ISLAMIANA

Referensi Islami Masa Kini

Tuesday, August 14, 2018

ANJURAN BAGI ORANG YANG BERKURBAN DAN LARANGAN BAGI PANITIA KURBAN


Berkurban dalah menyembelih hewan pada Idul Adha untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hukum berkurban adalah sunat muakkad bagi yang mampu melaksanakannya.

Orang yang mampu berkurban disini adalah orang yang mampu memenuhi kebutuhan pokok untuk dirinya sendiri dan orang-orang yang wajib dinafkahi pada Idul Adha dan hari tasryriq. Kemudian dia memiliki dana yang cukup untuk berkurban.

Bagi orang yang berkurban disunatkan agar tidak memotong Rambut dan kuku mulai 1 Zulhijjah sampai dia menyembelih hewan qurbannya. Hal ini berdasarkan hadist riwayat Muslim yang artinya
"Apabila kamu melihat hilal bulan Dzulhijjah dan salah seorang kamu akan berkurban, maka hendaklah ia menahan dirinya dari memotong rambut dan kukunya"

Pada musim qurban atau hari raya Idul Adha biasanya pengurus surau atau masjid membentuk panitia qurban. Panitia tersebut yak beberja menyembelih dan mengelola daging kurban.

Namun yang perlu diperhatikan ada beberapa larangan bagi panitia kurban. Yakni mereka tidak bolah memasak daging qurban untuk dimakan bersama panitia. Karena panitia qurban tidak memiliki hak dan kuasa terhadap daging qurban.

Jika daging kurban belum dibagi-bagikan maka panitia tidak berhak untuk mengambil sebagian dari daging tersebut, karena status kepemilikan belum ditentukan. Jika panitia tetap mengambilnya maka dia berarti mengambil daging yang belum jelas pemiliknya, maka itu tidak diperbolahkan.

Bila pun harus ada daging yang dimasak untuk dimakan bersama-sama panitia, maka daging tersebut harus dibagi-bagikan terlebih dulu. Kemudian jika dari panitia kurban tersebut ada yang berqurban kemudian dia mengikhlaskan bagiannya untuk dimasak, maka diperbolehkan. Seandainya tidak ada panitia yang berqurban, tetapi ada diantara mereka yang berhak mendapatkan daging kurban maka bagiannya itulah yang boleh dimasak.*

No comments:

Post a Comment