ISLAMIANA

Referensi Islami Masa Kini

Monday, August 7, 2017

UNIK, EMPAT MASJID DIBANGUN DENGAN PUTIH TELUR

Sahabat Islamiana. Berikut empat masjid bersejarah, yang dibangun dengan menggunakan putih telur:

1. Masjid Raya Sultan Riau


Masjid Raya Sultan Riau terletak di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Provisnsi Kepri. Masjid kebanggaan masyarakat Melayu ini didirikan pada tanggal 1 Syawal 1249 hijriah atau 1832 masehi atas prakarsa Raja Abdurrahman Yang Dipertuan Muda Riau VII. Pembangunan masjid melibatkan seluruh masyarakat yang bekerja siang malam secara bergiliran. Bahan perekat yang digunakan juga putih telur. Utamanya untuk memperkuat bangunan kubah dan menara.

Masjid ini memiliki 13 kubah dan empat menara. Jumlah menara dan kubahsebanyak 17 ini berarti jumlah rakaat dalam shalat. Luas bangunan induk 29×19,5 meter ditopang oleh empat tiang. Warna masjid didominasi warna kuning, yang merupakan warna kebesaran Melayu.

2. Masjid Tua Palopo

Masjid ini merupakan masjid peninggalan Kerajaan Luwu. Masjid bersejarah ini dibangun oleh Raja Luwu bernama Datu Payung Luwu XVI Pati Pasaung Toampanangi Sultan Abdullah Matinroe Tahun 1604 masehi.

Masjid dengan luas sekitar 15 meter persegi ini ditopang oleh lima tiang penyangga, yang melambangkan rukun Islam. Tiang masjid dibangun menggunakan kayu Cinaduri. Sedangkan dinding temboknya dibangun dengan bebaduan tebal dengan perekatnya putih telur.

Masjid ini secara keseluruhan menunjukkan nilai-nilai budaya lokal yang berakulturasi dengan nilai-nilai luas seperti Islam Hindu dan Jawa. Atap masjid berbentuk limas bertingkat tiga.

3. Masjid Muhamadan


Masjid Muhamadan ini berada di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Tepatnya di Kelurahan Pasa Gadang, Kecamatan Padang. Tiang-tinag masjid ini juga dibangun menggunakan campuran putih telur. Masjid ini termasuk saalah satu masjid tertua di kota itu.

Dari sisi bangunan, memang masjid ini terlihat megah dengan arsitektur bercorak India. Warna masjid ini didominasi putih dan hijau. Luas masjid 15X25 meter.

Masjid tersebut bercorak India karena memang dibangun oleh para pedagang yang sekaligus pendakwah Islam asal India. Merekalah yang membawa ajarah Islam ke kota Padang.

4. Masjid Badiuzzaman Surbakti

Masjid Badiuzzaman ini berada Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Dilihat dari sisi bangunan masjid ini tidak begitu mencolok. Namun nilai historis masjid sampai saat ini masih melekat di kalangan Muslim Medan.

Masjid ini dibangun oleh pemimpin muslin di Medan yakni Datuk Badiuzzaman Sri Indrera Pahlawan Surbakti pada tahun 1885 silam. Konon masjid ini juga dibangun menggunakan putih telur sebagai campuran bahan matrial bangunan.

Masjid yang berada di jalan PDAM Sunggal Nomor 1 Medan ini sangat luas halamannya. Sedangkan luas masjidnya 19X25 meter. Selain sebagai tempat ibadah, pendiri masjid tersebut dulunya juga memfungsikan masjid sebagai markas untuk menumpas para penjajah Belanda di Sunggal.
Semoga bermanfaat.

*dirangkum dari berbagai sumber.

No comments:

Post a Comment