ISLAMIANA

Referensi Islami Masa Kini

Sunday, August 20, 2017

MAU SHALAT KHUSYUK? PAHAMI HIKMAH GERAKAN SHALAT


Setiap gerakan dalam salat ada hikmah yang tersimpan yang harusnya kita tahu. berikut hikmah-hikmah tersebut.
1. Mengangkat Tanggan Saat Takbirotul Ihrom. Mengangkat tangan saat takbir pembuka shalat sebagai bentuk ketundukan, dan merendahkan diri serta pasrah. Sebagaimana orang yang tertawan, dia akan mengangkat tangannya apabila sudah terkalahkan bertanda pasrah atau menyerah.

Selain itu, mengangkat kedua tangan juga merupakan isyarah untuk mencampakkan urusan dunia dan konsentrasi menghadap solat secara totalitas.

2. Meletakkan tangan diatas pusar dan dibawah dada adalah agar kedua tangan itu berada diatas organ tubuh yang mulia yaitu hati. Ini dimaksudkan untuk menjaga iman di dalamnya, karena orang yang ingin memelihara sesuatu maka kedua tangannya harus diletakkan diatas tersebut. Posisi tangan yang demikian juga mendorong kepada kekhusukan.

3. Rukuk menjadi pembeda dengan shalatnya orang Yahudi. Karena salam shalatnya orang Yahudi tidak terdapat rukuk.

4. Hikmah menetakkan kedua tangan diatas lutu saat rukuk akan membantu meluruskan posisi punggung dan leher.

5. I’tidal adalah untuk mengingatkan hati agar tetap bersikap rendah diri dan merasa hina dihadapan Allah. Kemudian menjauhi sifat gila jabatan dan perilaku sombong.

6. Sujud dalam shalat itu diulangi dua kali dalam satu rakaat. Ini bertujuan menghina syetan, karena setan tidak mau sujud kepada Nabi Adam As. Posisi sujud melambangkan kerendahan diri yaitu dengan meletakkan dahi diatas tempat terinjaknya kaki yang menyebabkan diterimanya doa.

Meletakkan wajah diatas bumi terdapat hikmah yang sangat mendalam, karena wajah merupakan anggota yang muliya. Dengan meletakkan wajah diatas bumi berarti seseorang menampakkan kehinaan dan kerendalhan dirinya di sisi Allah. Sujud mendekatkan hamba pada tuhannya.

7. Duduk iftiros disunahkan pada saat duduk diantara dia sujud dan tahiyat awal. Ini mempermudah mushalli untuk kembali bergerak. Beda halnya ketika duduk tawaruk, maka mempersulit untuk melakukan gerakan kembali. Disebut duduk iftirosy karena mushalli menjadikan atau meletakkan kakinya seperti alas duduk.

8. Hikmah Duduk Tawarruk yakni membedakan antara duduk dalam dua tasyahud agar makmum masbuq mengetahui keadaan imam. Duduk tawaruruk menjadikan mushalli duduk diatas pantatnya. Berbeda dengan iftirasy yang beralaskan kaki.

Duduk tawarruk ini disunatkan dilakukan pada tasyahud akhir. Ini karena duduk dengan cara tersebut tidak lagi bersiap-siap untuk berdiri melainkan bersiap-sIap untuk salam.

9. Hikmah mengangkat jari telunjuk kanan pada saat mengucapkan kalimat Illaullah adalah menunjukkan bahwa tuhan yang berhak disembah adalah tuhan Yang Maha Esa. Jadi dalam posisi demikian, orang yang shalat mengkompromikan antara ucapan, pekerjaan dan keyakinan mengesakan Allah.

Jari telunjuk dikhususkan untuk diangkat karena di jari tersebut ada urat penyambung dengan urat tali jantung. Jadi seakan-akan jari telunjuk menjadi penyebab hadirnya hati.

10. Hikmah memandang tempat sujud ialah mendekatkan pada kekhusyukan dan tempat sujud merupakan tempat paling mulia dan lebih mudah untuk dipandang daripada tempat lainnya.

Disunatkan memandang tempat sujud dalam shalat. Kecuali pada saat mengucapkan kalimat illauloh pada tasyahud, maka harus memandang jari telunjuk yang diangkat.

*Dirangkum dari buku Kaifiyah dan Hikmah Shalat Versi Kitab Salaf karya HM Masykuri Abdurrahman.

No comments:

Post a Comment