ISLAMIANA

Referensi Islami Masa Kini

Sunday, August 20, 2017

HARUS TAU, INI KRITERIA MUSLIM SEJATI

Islam adalah agama keselamatan, agama yang haq. Islam merupakan agama samawi yang diturunkan ke dunia untuk menjadi pedoman hidup manusia. Islam menuntun pemeluknya untuk selamat dalam menjalani hidup di dunia dan juga di akhirat. Islam adalah agama yang kebenarannya tak terbantahkan.
 Di Indonesia, mayoritas penduduknya beragama Islam. Namun meski memeluk Islam, sudahkah kita pastikan bahwa kita benar-benar sudah mengislamkan diri? Atau Islam kita jangan-jangan masih wujud di kolom KTP saja? Ayo sama-sama kita cek kembali.

Pertama: Pastikan Kita Islam Karena Kesadaran, Bukan Keturunan
Islam adalah agama kesadaran. Bukan agama lebel semata. Memeluk Islam artinya meyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah dan tunduk terhadap aturannya.

Kita yang terlahir dari keluarga muslim hampir pasti memeluk agama Islam. Islam yang semacam ini, adalah Islam yang didapat karena keturunan. Namun meskipun mendapatkan Islam dari keturunan, kita tidak boleh jadi “Islam Keturunan”.

Jangan sampai pradikat Islam keturunan terus melekat. Kita harus memeluk Islam dengan penuh kesadaran. Islamkan diri kita.

Islam tidak cukup dengan hanyapengakuan, namun mengabaikan ajarannya. Harus ada pembuktian dengan melaksanakan perintah Allah, dan menjauhi larangan. Sehingga lebel Islam tidak hanya tercantum di KTP, namun juga didalam diri kita.

Untuk itu tentu kita harus mempelajari ilmunya. Agar kita beribadah dengan ilmu. Karena beribadah tanpa ilmu akan tertolak.

Bila belum tau ilmu agama, mari belajar dengan penuh kesadaran. Jangan karena sudah tua kemudian enggan.

Tak ada batas usia dalam kamus menuntut ilmu. Jangan malu karena usia sudah senja. Malulah kepada Allah karena beribadah tanpa ilmu. Beribadah hanya karena ikut-ikutan, tanpa tahu ilmunya.

Memang kita tentu bersyukur terlahir dari keluarga Islam. Namun jangan sampai kita mengaku Islam namun tak tau apa ajarannya dan kemudian mengamalkannya.

Harus kita ingat, bahwa Islam bukanlah agama keturunan. Islam dipeluk bukan karena nenek moyang. Tapi Islam adalah agama kesadaran, dipeluk karena kebenarannya yang hakiki.
Cek: Apakah kita sudah memeluk Islam karena kesadaran?
Cek: Apakah kita sudah mempelajari Islam dengan benar?
Cek: Apakah kita sudah secara sadar beribadah sesuai tuntunan, bukan ikut-ikutan?

Kedua: Pastikan Kita Tunaikan Segala Kewajiban

Untuk menjadi muslim tentu kita harus melaksanakan kewajiban agama. Kewajiban agama mutlak untuk dilaksanakan. Tiada boleh ditinggalkan karena malas. Apalagi sampai meremehkan.

Diantaranya Shalat. Shalat lima waktu harus kita tunaikan. Tak boleh tinggal. Apalagi sampai  menganggap itu bukan kewajiban. Bahaya! Nauzubillah.

Shalat adalah ibadan sepsial. Ibadah pertama yang akan dihisab di akhirat kelak. Oleh karena itu kita harus laksanakan shalat dengan baik dan benar sesuai tuntunan. Ingat jangan pernah tinggal!

Cek: Apakah kita sudah melaksanakan Shalat lima waktu tanpa pernah tinggal?

Jika kita saat ini masih meninggalkan shalat, mulai sekarang ,ayo bertaubat. Kita tunaikan kewajiban itu dengan disiplin.

Karena taklah disebut seorang itu Islam kalau tak Shalat. Jangan pernah mengaku Islam kalau shalat masih terabaikan dan berantakan. Pasalnya shalat adalah rukun keislaman. Mengabaikan shalat berarti meninggalkan rukun Islam. Bila sudah demikian tidaklah sah keislaman seseorang.

Begitu juga dengan kewajiban-kewajiban ubudiyah lain dalam Islam. Misalnya Zakat, Puasa di Bulan Ramadhan dan Haji bagi yang mampu. Untuk lebih jauh mengetahui kewajiban dalam beragama kita haruslah mempelajari Islam. Bagaimana kita mau melaksanakan kewajiban, bila tidak tau apa saja kewajiban kita sebagai muslim.

Cek: Apakah kita tahu kewajiban sebagai seorang muslim?
Cek: Apakah kita sudah menjalankan kewajiban-kewajibn itu?

3. Pastikan Kita Terhindar dari Syirik

Islam adalah agama ketauhidan, mengesakan Allah. Tidak ada Yang Maha Besar dan Maha Kuasa selain Allah. Dialah pemilik langit dan bumi serta alam seisinya.

Tiada kekuatan selain dari Allah. Segala sesuatu tidak ada yang bisa memberi manfaat maupun mudarat, selain atas kehendak Allah. Gantungkan segala sesuatunya kepada Allah. Mintalah hanya kepada Allah. Berlindunglah kepada Allah. Lakukan semua karena Allah. Karena Allah yang mengatur segalanya.

Luruskan ketauhidan. Jauhkan kita dari kesyirikan.  Tinggalkanlah budaya dan tradisi bila hanya menjerumuskan pada kemusyrikan. Sehingga saat ajal menjemput, kalimat terakhir yang terucap adalah kalimat tauhid.

Cek: Sudahkah kita menghindari kesyirikan?

Saudaraku yang budiman. Masih banyak lagi yang harus di cek. Penulis tak dapat menguraikan satu-persatu. Namun secara garis besarnya demikin. Semoga bermanfaat. Waulohua’lamu*

No comments:

Post a Comment