ISLAMIANA

Referensi Islami Masa Kini

Sunday, August 20, 2017

INI ALASAN KENAPA KITA HARUS CUCI TELUR SEBELUM MEMASAK

Bagi banyak orang, telur ayam merupakan menu makanan yang sedap untuk disantap. Oleh karena itu, rata-rata telur dijadikan lauk rutin oleh sebagian besar masyarakat. Namun tahukah kita, sebenarnya telur yang kita beli di swalayan, pasar dan warung, kebanyakan terkontaminasi atau terkena najis. Utamanya najis dari kotoran ayam petelur itu sendiri.
Itu karena pada kenyataannya, telur dari kandang (setahu penulis), tidak dicuci dulu sebelum di distribusikan. Sebab pembersihan telur dengan air apalagi sampai digosok kulit telurnya menggunakan benda-benda kasar, dikhawatirkan akan merusak selaput pertahanan alami kulit telur. Sehingga bibit penyakit, seperti virus dan bakteri mampu menembus lapisan berpori pada dinding kulit telur. Ini berakibat telur tidak awet untuk disimpan. Tentu hal tersebut akan merugikan pedagang telur. Selain itu, mencuci telur satu-persatu juga merepotkan dan memakan waktu.

Bahkan, informasinya, di Inggris serta Uni Eropa, ada larangan telur yang sudah dicuci untuk di jual. Namun karena banyak orang-orang yang enggan membeli telur yang ada kotoran ayam atau telur terlihat kotor, maka mereka membersihkan telur itu kemudian menyemprotnya lagi dengan susunan lain untuk menghambat bakteri masuk. Karenanya ada telur yang terlihat sangatlah bersih serta mengkilap di supermarket.

Dari tinjauan fiqih, memang ada dua pendapat ulama’ terkait kulit telur yang keluar dari ayam, bebek, dan lainlin. Sebagian mengatakan suci dan tidak wajib dibasuh kulitnya dan sebagian yang lain mengatakan tidak suci alias mutanajis (terkena najis).

Terlepas dari khilafiah atau perbedaan pendapat tersebut, pada kenyataannya telur yang kita beli, selalu saja kita lihat terkena najis kotoran hewan petelur itu sendiri. Baik sedikit maupun banyak.Utamanya saat kita membeli di warung-warung.

Nah, bila tidak disucikan, maka dikhawatirkan najis akan mencampuri isi telur saat kulit telur dipecah untuk digoreng. Karena sifat isi telur basah dan cair yang bisa saja saat dipecah menyentuh kulit luar telur yang terkena najis tadi. Sehingga isi telur jadi najis juga.

Apalagi bila telur tersebut direbus. Bila tidak disucikan dari najis, maka air rebusan telur menjadi najis semuanya. Bila ada telur yang retak atau pecah saat direbus, maka air najis secara otomatis akan bercampur dengan isi telur. Sehingga menjadi najis pulalah isi telur itu.

Oleh karena itu, sebagai bentuk kehati-hatian maka alangkah baiknya, sebelum telur tersebut dimasak, untuk terlebih dulu dibasuh dengan air mengalir. Selain menghilangkan kotoran atau kuman, virus dan bakteri yang melekat di kuit telur, juga sekaligus mensucikannya. Semoga bermanfaat. Waullahu A’lamu.

No comments:

Post a Comment