ISLAMIANA

Referensi Islami Masa Kini

Monday, August 21, 2017

EMPAT PERKARA YANG HARUS DIHINDARI ISTRI

“Andaikan saja aku dapat menyuruh seseorang bersujud kepada orang, maka kuperintahkan wanita bersujud pada suaminya” (HR At-Tirmidzi)

Sahabat Islamiana, sekedar mengulang. Istri yang baik ialah istri yang dapat menjalankan kewajibannya kepada suami sesuai tuntunan agama. Begitu sebaliknya. Namun kali ini Islamiana paparkan beberapa hal yang harus dihidari istri agar mendapat Ridho Allah Swt.

Pertama Jangan Tolak Ajakkan Suami

Ketika suami mengajak istri untuk “tidur bersama”, maka istri tidak boleh menolaknya. Karena itu adalah kewajiban seorang istri kepada suami. Namun bila memiliki uzur syari misalnya sedang halangan dan lainnya, maka boleh menolaknya dengan memberitahukan kondisi yang ada.

Atau bila tidak memiliki uzur, namun istri punya alasan lain yang memang karenanya tidak bisa memenuhi ajakan suami, maka istri harus memberikan alasan yang baik kepada suami sehingga suaminya benar-benar tidak jengkel dan rido.

Oleh karena itu, sudah seyogyanya, bila istri hendak tidur lebih dulu dari suaminya, memintalah izin pada sang suami tercinta. Agar tiada kejengkelan di hati suami karenanya.

Abu Hurairah berkata, Bersabda Rasulullah Saw. “Jika suami memanggil isterinya untuk tidur bersama, namun mendadak istrinya menolak, sehingga semalam itu menjadi jengkel (marah) pada isterinya. Para malaikat mengutuk pada istrinya itu sehingga pagi,” (HR Bukhory dan Muslim).

Kedua Tak Boleh Puasa Sunat tanpa Seizin Suami

Ini juga harus diketahui istri. Jangan pula melakukan puasa sunat dengan mengharap pahala, namun malah justru mendapatkan dosa karenanya.

Sebab puasa sunat yang dillakukan istri yang ketika itu suaminya ada, namun tidak meminta izin kepadanya, atau tidak di izinkan suami, namun tetap berpuasa, maka puasanya tidak halal dilaksanakan.

Ketiga Tidak boleh mengizinkan orang masuk ke dalam rumahnya tanpa seizin suaminya. Kecuali bila suami sudah menghalalkan atau memberikan izin atasnya.

Abi Hurairah berkata, bersabda Rasulullah Saw.
“Tiada dihalalkan bagi isteri berpuasa sunat diwaktu ada suaminya, melainkan dengan isin suaminya. Juga tak boleh istri mengizinkan orang masuk ke rumahnya melainkan dengan izin suaminya” (Bukhory dan Muslim)

Keempat: Penuhi Panggilan Suami

Bila suami memanggil isterinya untuk suatu hajatnya, maka istri harus segera memenuhi panggilan itu. Jangan justru menunda-nunda atau mengulur-ulur. Atau bahkan tidak menghiraukan panggilan sang suami. Hal tersebut adalah perbuatan yang tidak diperbolehkan dalam agama.

“Apabila seorang suami memanggil isterinya untuk suatu hajatnya, maka harus segera disambut, walau ia (istri) sedang menjaga masakan diatas api” (HR At-Tirmidzi dan An-Nasai)

Dari pemaparan diatas, jelas ridho suami sangat penting didapatkan istri. Kejarlah keridoan suami wahai para wanita. Karena “surgamu berada dibawah telapak kakinya”. Dalam sebuah hadis juga dijelaskan oleh Rasulullah yang artinya, “Andaikan saja aku dapat menyuruh seseorang bersujud sepada seseorang, maka kuperintahkan wanita bersujud pada suaminya” (HR At-Tarmidzi)

Bila istri sudah mendapatkan ridho sang suami maka balasannya adalah surganya Allah Swt. “Tiap istri yang meninggal dan diridoi oleh suaminya, masuk surga,” (HR At-Tirmidzi), Semoga bermanfaat. Waullohu A’lamu.

No comments:

Post a Comment