ISLAMIANA

Referensi Islami Masa Kini

Wednesday, August 23, 2017

CARA HIDUP BAHAGIA

Semua insan pasti ingn hidup bahagia, bahagia di dunia dan bahagia di akhirat. Untuk meraih kebahagiaan itu, tentu harus dibarengi dengan perjuangan. Karena tidak ada kebahagiaan dapat diraih tanpa perjuangan.

Dalam berjuang menjalani hidup dan kehidupan ini kita pasti akan bertemu dengan onak dan duri. Tidaklah dikatakan berjuang jika kita tidak berusaha melewati rintangan, persoalan, cobaan dan ujian dengan sungguh-sungguh.

Ketika berhadapan dengan berbagai persoalan hidup yang semakin pelik, tak sedikit manusia yang menyerah dengan keadaan. Mereka kalah dan gugur di medan perang. Memilih jalan menuju lembah kehancuran.

Mereka salah dalam menentukan langkah hidup yang hanya berorientasi pada kebahagiaan dunia saja. Tanpa memikirkan kebahagiaan di akhirat. Padahal di akhirat, setiap kita akan dimintai pertanggungjawaban dari setiap apa yang telah kita perbuat di dunia.

Perlu kita camkan, bahwa dalam kehidupan di panggung sandiwara ini, pastilah kita dihadapkan dengan keadaan yang serba ganda dan saling bertolak belakang. Susah dan senang, suka dan duka, manis dan pahit.

Kita diberikan pilihan untuk berada dalam kondisi yang mana. Namun tetap Allah-lah penentunya. Oleh karena itu hendaknya kita bijak dalam menyikapi kondisi yang ada.

Saat kita berada pada keadaan yang baik, diberikan limpahan kenikmatan, maka hendaklan kita mengingat Allah, memuji dan bersyukur kepada-Nya, zat pemberi nikmat. Kemudian saat berada dalam kondisi sulit, kita juga harus mengingatnya dan kemudian bersabar dengan keadaan yang ada.

Perlu diingat, bahwa Allah tak akan menguji dan memberikan cobaan kepada hamba-Nya di luar batas kemampuan hamba itu sendiri. Allah lebih mengetahui apa yang terbaik bagi kita. Karena bisa jadi baik menurut kita, namun tidak baik di hadapan Allah-Swt.

Camkanlah dalam diri kita, bahwa dunia ini hanya sementara dan ada akhirat yang kekal selamanya. Sensara di dunia hilang bersama kematian. Namun sengsara di akhirat tida kunjung sirna.

Dunia diciptakan sebagai ladang untuk kita menanam amal. Akhirat kelak adalah tempat untuk memetik hasilnya. Jelek yang kita tanam di dunia, maka jelek pulalah yang kita panen diakhirat kelak. 

Barang siapa yang hanya memilih dunia dengan segala kesenangannya, berarti ia telah menggadaikan surga dan segala kenikmatannya. Barang siapa mampu menahan diri untuk tunduk dan mematuhi perintah dan meninggalkan larangan-Nya ketika di dunia, berarti ia telah memilih akhirat dengan segara kenikmatannya di surga.

Untuk mencapai surga dengan segala kenikmatannya itu, investasi amal shaleh adalah ide berilian yang harus dilakukan. Investasi amal shaleh tersebut kelak akan kita penen dan ditukar dengan tempat yang penuh kenikmatan tiada tara, surga.

Jangan lupakan tujuan hidup yaitu untuk beribadah agar mendapat surga. Lepaskan pengaruh fatamorgana dunia yang hanya akan melahirkan sikap hedonisme atau cinta dunia. Karena cinta dunia akan menjerumuskan manusia kelembah penderitaan tiada ahir.

Memang, akherat belum nyata ditatap mata. Namun bukan berarti tiada. Keberadaan akhirat adalah suatu kepastian yang tiada di ingkari. Azab neraka tiada reda dan kenikmatan sorga tida tara, adalah dua dimensi yang mewarnai alam abadi tersebut. Demikian pula untaian bait Gurindam Duabelas Raja Ali Haji  “Akhirat itu terlalu nyata, bagi hati yang tidak buta”

Kita sebagai insan, yang diciptakan untuk memberi warna kehidupan dunia dibekali oleh minda. Sebagai orang yang sehat, tentu kita tidak ingin memilih kenikmatan sesaat, namun kemudian diganjar dengan azab tak kunjung tamat. Kita tentu ingin memilih hidup bahagia di dunia, dan di akhirat mendapatkan surga.

Untuk menuju itu, jalannya hanya satu, taat dengan bersungguh-sungguh menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya. Karena sangat mustahil manusia akan memperoleh kasih sayang dan kenikmatan disisi-Nya, semantara ia ingkar akan perintahnya dan tak memperdulikan segala yang dilarang-Nya. Hanya menopang dagu tanpa berusaha melawan godaan hawa nafsu.

Kita mengetahui, kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan akhirat  adalah milik semua insan. Tak peduli ia kaya atau miskin, pejabat atau rakyat. Karena kemuliaan di sisi Allah bukan dinilai berdasarkan status ekonomi atau sosialnya, namun status ketakwaannya lah yang membuat manusia muliya di sisi Allah.

Oleh karena itu, mari kita bersama-sama meraih kebahagiaan dengan senyuman. Senyum yang membuat semua orang ikut tersenyum. Raih kebahagiaan dengan semangat pantang menyerah. Raih kebahagiaan dengan tidak mengikuti hafsu belaka.

Baca juga CARA AGAR MENJADI KAYA RAYA

Yakinlah, bahwa Allah menciptakan kita hidup di dunia bukanlah untuk ditakdirkan menderita, tetapi kita semua diciptakan oleh-Nya untuk hidup dalam kehidupan yang berbahagia. Hanya saja saat ini bagi kita yang masih belum beruntung, teruslah berpacu menjemput kebahagiaan itu dengan semangat tampa lelah. Kesuksesan dan kebahagiaan sedang menanti.

Janganlah berputus asa. Hanya karena keinginan kita belum terpenuhi, lantas bermuram durja, meratapi nasib tiada kunjung reda. Percayalah, bahwa Allah maha pengasih dan penyayang kepada hambanya. Sayangnya tiada terbilang dan kasihnya tiada pilih kasih.

Tataplah hari-hari kedepan dengan senyuman. Senyum yang membahagiakan. Persembahkanlah prestasi yang terbaik untuk orang-orang yang menyayangai dan mencintai kita. Buatlah semua orang tersenyum bahagia karena kita.

Usaplah air mata, hapuslah kesedihan. Tataplah hari-hari yang akan kita lalui dengan rasa yakin bahwa kebahagiaan sedang menunggu di hadapan. Teruslah bersemangat, jangan pernah berhenti berlari mengejar mimpi.

Untuk kita semua yang masih bergelimang dosa, mari bertaubat. Selagi nafas masih berhembus dan jantung masih berdetak, ampunan dan kasih sayang Allah masih berlimpah.

Karena tatkala mata tak lagi melihat, mulut tak mampu lagi berucap, jasad telahpun terbujur kaku, maka tak ada lagi masa untuk beramal ibadah. Janganlah menyisakan penyesalan dan pilu karena amal semasa hidup. Jadikan akhirat sebagai tempat kebahagiaan.

Mumpung saat ini kita masih diberi waktu untuk menanam amal, marilah kita bersama-sama mengintrospeksi diri tanyakan kepada diri kita masing-masing; Apakah selama ini amal yang kita perbuat adalah amal yang terbaik yang bisa menjadi bekal menghadap sang pencipta? Mari kita tebar benih-benih kebaikan.

Mari kita tanamkan dalam hati, tanamkan tekad untuk menjadi yang terbaik di hadapan-Nya. Jadikah akhir cerita hidup kita dengan akhir kisah yang membahagiakan. (*)