ISLAMIANA

Referensi Islami Masa Kini

Tuesday, September 24, 2019




Tampak seorang warga tengah melihat situs sejarah Kota Raja. Foto Dokumen Pribadi

Bila bertandang ke Kota Tanjungpinang, jangan lupa singgah ke Kota Raja, Hulu Riau, Sungai Carang. Tempat yang juga bernama Kota Lama, tapi lebih dikenal di kalangan masyarakat setempat dengan sebutan Kota Rebah. Destinasi wisata dan Cagar Budaya yang satu ini sangat penting untuk dikunjungi. Tak kalah penting dengan objek wisata lainnya yang ada di Kota Tanjungpinang, seperti Pulau Penyengat.

Kawasan ini penting dikunjungi karena merupakan kawasan bersejarah. Dalam catatan sejarah, dahulunya kawasan ini merupakan ibu kota kerajaan Melayu Riau-Lingga-Johor-Pahang atau bisa juga disebut sebagai ibu kota negara. Tempat dimana sultan memerintah. Tapi memang, nama Kota Raja ini masih belum populer seperti Pulau Penyengat. Karena tak populer, pengunjung pun masih sedikit yang datang ke sini. Sehingga, Kota Raja setiap harinya masih selalu sepi pengunjung. 

Potret sepinya destinasi wisata itu tergambar saat beberapa kali penulis berkunjung ke lokasi. Terakhir pada tanggal 11 September 2019. Meski sepi, Kota Raja kini terlihat terawat. Rerumputan tidak tampak tumbuh liar. Suasana di kawasan ini terlihat asri dan teduh. Pepohonannya  ribun. Sesekali terdengar kicauan burung. Sesekali terdengar juga suara monyet. 

Walaupun bernama kota, namun suasana di Kota Raja saat ini sepi aktifitas, baik perekonomian atau aktifitas pemerintahan, juga tak ada lagi bangunan-bangunan megah yang berdiri layaknya kota. Kini Kota Raja adalah nama kota dalam sejarah. Bangunan-bangunan yang dahulu berdiri megah, kini sudah tiada. Hanya tampak puing-puing dan situs bangunan. Ada juga deretan makam tua. Itu menjadi bukti bahwa pernah ada kejayaan di lokasi itu pada masa silam.

Di Kota Raja ini, kita bisa melihat dan mengamati sisa-sisa reruntuhan bangunan. Sisa bangunan yang memang usianya sudah tua. Bangunan tak lagi berdiri tegak melainkan sudah roboh atau rebah. Oleh karena itu pula kemudian kawasan tersebut belakangan dikenal dengan sebutan Kota Rebah, karena bangunannya yang sudah roboh rata dengan tanah.

Tampak seorang warga tengah melihat situs sejarah Kota Raja. Foto Dokumen Pribadi

Meskipun roboh, namun  di satu sisi tampak masih ada struktur dinding bangunan tua yang bertahan tegak. Untuk menjaga agar tak roboh, tampak dinding tersebut sudah disangga dengan batangan besi.

Berbatasan langsung dengan sungai, maka sebagian sisi kawasan Kota Raja dikelilingi pohon bakau atau mangrove. Ini justru menambah pesona tersendiri kawasan wisata ini. Di Kota Raja juga terdapat beberapa unit rumah model lama. Mungkin dibuat sebagai gambaran, dan pembelajaran bahwa seperti itulah rumah zaman dahulu. Dinding rumah terbuat dari kulit kayu dengan atap rumbia bertiangkan kayu.

Di sepanjang pelataran Kota Raja, terdapat juga kursi tempat duduk. Ini tentu memudahkan pengunjung yang ingin istirahat karena penat berjalan atau sekedar ingin bersantai. Kemudian di satu sisinya juga terdapat pelabuhan atau dermaga yang dibangun pemerintah untuk memudahkan akses wisatawan yang datang lewat jalur laut. Namun umumnya, ke Kota Raja ditempuh lewat jalur darat. Jalan ke lokasi juga sudah diaspal.  Begitulah kondisi Kota Raja saat ini.

Ini tentu berbeda dengan kondisi Kota Raja ratusan tahun silam. Kala itu, Kota Raja adalah tempat paling sibuk dengan aktifitas manusia. Seperti aktifitas ekonomi juga pemerintahan. Di sini juga berdiri istana yang megah, istana kerajaan atau istana negara. Oleh karena itu pula, dulu kawasan ini saking sibuknya disebut dalam bahasa Melayu sebagai kawasan rioh.

Sebagai generasi masa kini, kita diajarkan untuk tidak melupakan sejarah. Bukankah demikian? Oleh karena itu, mari kita ikut andil mempopulerkan kawasan wisata ini sebagai kawasan wisata sejarah.

Ada beberapa alasan kenapa wisatawan harus mengunjungi Kota Raja saat berwisata ke Tanjungpinang. Terutama bagi para pemburu wisata sejarah, Kota Raja sangat direkomendasikan penulis. Karena kekuatan kawasan wisata ini ada pada nilai sejarahnya.

Bila dilihat dari sisi objek memang tak terlihat lagi bangunan bersejarah yang berdiri megah, layaknya masjid Sultan Riau di Penyengat. Di Kota Raja hanya terlihat situs atau sisa-sisa bangunan kuno yang masih ada.  Namun, tahukan pembaca, bahwa sejarah Kota Rebah sebanarnya memiliki nilai jual yang tinggi. Bahkan peneliti dari luar negeri pun mencatat dan meleniti situs kota tersebut.

Dalam catatan sejarah, Kota Raja adalah kota kerajaan Melayu Islam pertama yang dibina atau dibangun di Tanjungpinang, bahkan di wilayah Kepri, setelah kepindahan ibukota dari Johor sekitar tahun 1673 masehi. Jadi kota ini adalah ibu kota kesultanan dan pusat pemerintahan pada masa itu. Pemerintah Kota Tanjungpinang mencatat tamadun di kawasan Kota Raja ini berlangsung dalam kurun waktu sekitar tahun 1673 sampai 1805 masehi. Setelah dari sini ibu kota kerajaan berpindah ke Lingga.

Plang nama situs sejarah Kota Raja. Foto Dokumen Pribadi
Menurut budayawan Kepri yang juga peneliti Abdul Malik dalam tulisannya berjudul Sungai Carang: Tapak Tuah dan Marwah menegaskan bahwa Kota Raja dulunya adalah pusat pemerintahan, ibu kota kerajaan atau negara yang besar kala itu. Dari Kota Raja ini juga sultan memerintah dengan cakupan wilayah kekuasaannya hingga ke Malaysia dan Singapura saat ini. Kesultanan itu adalah kesultanan Riau-Lingga-Johor-Pahang.

“Suatu masa dahulu kawasan ini pernah menjadi pusat pemerintahan negara yang besar. Kesultanan Riau-Lingga-Johor-Pahang nama negara itu. Kawasannya meliputi seluruh Provinsi Kepulauan Riau, beberapa daerah lain di Sumatera, dan sebagian besar Malaysia, dan Singapura sekarang,” tulis Abdul Malik.

Kemudian dari Kota Raja ini pula lahir nama besar Riau, yang sekarang dipakai oleh dua provinsi sekaligus yaitu provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Nama Riau itu dulunya digunakan untuk menyebutkan kawasan Kota Raja ini.  

Pakar sejarah Aswandi Syahri melalui tulisannya berjudul Benarkan Kota Rebah Istana Sultan Mahmud? dimuat di Jantungmelayu.com yang dimuat pada tanggal 10 September 2017 memaparkan data peta figuratif kawasan hulu Riau di Pulau Bintan Tanjungpinang koleksi Universitas Leiden Belanda.  Dari data tersebut dia menyimpulkan bahwa Kota Raja adalah kawasan yang disebut Riau dahulunya. Di tempat inilah nama Riau itu asalnya. Kemudian berkembang digunakan menjadi nama kerajaan atau kesultanan Melayu.

"Peta figuratif itu sangat menarik, karena menjadi sumber pertama yang menunjukkan dimana titik lokasi kawasan yang disebut Riau atau Riouw Lama itu di Pulau Bintan. Dan kawasan itu tak diragukan lagi adalah situs sejarah yang kini kita kenal sebagai Kota Rebah, Kota Lama dan Kota Raja," tulis Aswandi.

Sedangkan penyebutan Riau sendiri berasal dari penuturan warga setempat. Kala itu Kota Raja sangat ramai sehingga saking ramainya dalam bahasa Melayu disebut rioh. Dari kata rioh itulah kemudian menjadi cikal bakal penyebutan kata Riau. 

Jelas, Kota Raja ini adalah kawasan wisata yang potensial untuk dikembangkan dengan pondasi nilai sejarahnya. Bila dikembangkan dengan baik Kota Raja tentu akan ramai pengunjung. Sehingga akan meningkatkan perekonomian masyarakat dari sektor pariwisata.

Tampak seorang warga tengah berjalan di kawasan situs sejarah Kota Raja. Foto Dokumen Pribadi

Namun, sebagai kawasan wisata, tentu pemerintah harus melakukan upaya unutk menarik minat pengunjung atau wisatawan datang. Diantaranya dengan menjadikan kawasan Kota Raja ini sebagai kawasan wisata terpadu, yakni wisata sejarah, wisata alam, dan wisata kuliner.

Sebagai pelengkap wisata sejarah, pemerintah harus membangun museum di kawasan tersebut. Museum harus menyimpan koleksi benda-benda sejarah yang terkait dengan Kota Raja, sperti naskah masa lalu yang berkaitan dengan Kota Raja, peta masa lalu, foto masa lalu, denah kota, dan batu-batu yang digunakan untuk membangun kota dan lainnya. 

Selain wisata sejarah, kawasan Kota Raja bisa dijadikan kawasan wisata alam yakni wisata mangrove. Karena masih dalam kawasan tersebut terdapat mangrove yang tumbuh nan indah dan alami.

Wisata alam mangrove ini sempat ada dan meramaikan kawasan ini beberapa tahun silam, tepatnya saat Suryatati A Maman menjadi Wali Kota Tanjungpinang. Hanya saja pelantar wisata mangrove yang dibangun dari kayu lapuk dan roboh dimakan usia. Kini pelantar belum kembali dibangun oleh pemerintah. Sehingga wisata mangrove itu pun tinggal kenangan. Wisata mangrove ini sangat potensial dikembangkan kembali. Keindahan tanaman mangrove di sekitaran kawasan Kota Raja layak untuk dijual kepada wisatawan. 

Kemudian wisata kuliner harus melengkapi kawasan wisata tersebut. Handaknya di kawasan ini dibangun restoran dengan pemandangan mengarah ke Sungai Carang. Sehingga sambil menikmati makanan, wisatawan bisa menatap sungai bersejarah. Santap di Kota Raja, Hulu Riau, menjadi kenangan tersendiri.

Restoran ini juga hendaknya menyajikan menu-menu masakan andalan Melayu. Sehingga wisatawan bisa menikmati makan dengan kuliner khas Tanjungpinang setalah berjalan-jalan keliling lokasi wisata. Di restoran ini juga harus dilengkapi dengan outlet penjualan oleh-oleh khas Melayu.

Selain itu, pengembangan kawasan wisata terpadu ini juga harus mengedepankan konsep kawasan wisata ramah anak. Sehingga kawasan wisata ini juga bisa menjadi sarana edukasi atau pendidikan sejarah bagi anak-anak usia sekolah.

Mudah-mudahan Pemko Tanjungpinang dan Pemerintah Provinsi Kepri bisa mewujudkan konsep wisata terpadu ini. Memang untuk ini semua membutuhkan waktu dan dana yang tidak sedikit, tapi bila ada keinginan tidak ada yang mustahil untuk diwujudkan.***

#tanjungpinangkampoengkite


Referensi:

Dedi Arman. Asal-Usul Nama Riau

Aswandi Syahri. Benarkan Kota Rebah Istana Sultan Mahmud?

Abdul Malik.Sungai Carang: Tapak Tuah dan Marwah. 21/12/2013





Thursday, September 12, 2019

Sahabat Islamiana_Masjid adalah tempat suci. Di masjid kita bisa beribadah mendekatkan diri pada Allah. Namun berkat keunikannya masjid juga bisa menjadi tempat wisata religi. Seperti masjid yang satu ini. Masjid ini layak untuk anda kunjungi ketika sampai di Kota semarang. Terutama bagi pemburu wisata religi. Anda kah itu?



Namanya Masjid As-Safinatun Najah yang bisa diartikan dengan bahtera kesuksesan. Sesuai dengan namanya, masjid ini design atau bentuk utamanya seperti bahtera atau kapal perahu. Bahkan disebut-sebut seperti design kapal atau bahtera nabi Nuh. 

Masjid unik ini berada di Kota Semarang Jawa Tengah. Berlokasi di Jalan Kyai Padak, RT 05 RW 05, kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan. Luas masjid ini diperkirakan 2.500 meter, dan berdiri di atas lahan  7.500 meter. 

Selain memiliki haluan, buritan dan jendela berbentuk bulat, masjid ini juga memiliki kolam air di sekelilingnya. Sehingga terlihat kesan kapal tersebut mengapung diatas permukaan air. Benar-benar memesona. Kolam yang berada disekeliling masjid ini juga dapat digunakan jemaah membersihkan kaki sebelum masuk ke masjid. 

Tidak hanya desain luarnya yang memesona, Masjid As Safinatun Najah ini juga menjadi wisata religi di Kota Semarang yang mempunyai fitur lengkap seperti kapal sungguhan. 

Bangunan dari masjid di Semarang ini terdiri dari tiga lantai. Pada lantai dasar kamu akan menemukan tempat wudhu, toilet, dan aula serba guna. Di lantai kedua ada tempat shalat, sedangkan di lantai tiga ada perpustakaan. Tepat di bangunan teratas, yakni rooftop, kamu akan menemukan kubah berwarna hijau.


Selain untuk ibadah, pengelola Masjid As Safinatun Najah juga membuka klinik kesehatan serta asrama bagi para santri. Semoga pembaca yang budiman bisa beekunjung ke masjid ini. (*)

Friday, August 16, 2019

LANGSA-Wali Kota Langsa Usman Abdullah mengeluarkan surat instruksi larangan lomba panjat pinang saat perayaan HUT ke-74 Republik Indonesia. Usman menilai lomba tersebut sebagai peninggalan kolonial Belanda.

Instruksi Wali Kota Langsa itu bernomor 450/2381/2019 tentang peringatan HUT Ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2019. Dalam surat tersebut, Usman menginstruksikan seluruh kepala OPD di lingkungan Pemkot Langsa, kepala desa, dan pimpinan BUMN/BUMD.

Ada empat poin yang disebutkan dalam surat instruksi itu. Pada poin satu sampai tiga, aparatur sipil negara (ASN) dan kepala desa diminta mengikuti upacara 17 Agustus. Sedangkan poin keempat berisi larangan panjat pinang.

"Tidak melaksanakan kegiatan panjat pinang di setiap gampong dikarenakan secara historis merupakan peninggalan kolonial Belanda dan tidak ada nilai edukasinya," isi poin keempat.

Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Langsa M Husin mengatakan surat instruksi tersebut dikeluarkan setelah dilakukan rapat dengan panitia perayaan 17 Agustus. Imbauan tersebut dibuat karena Pemkot menilai lomba panjat pinang merupakan warisan penjajah.

"Pak wali mengimbau sebaiknya itu tidak usah ada. (Kalau tetap digelar) tidak masalah," kata Husin saat dimintai konfirmasi wartawan, Kamis (15/8/2019).

Menurutnya, surat instruksi itu hanya sebatas mengimbau terkait lomba panjat pinang yang biasa digelar setiap 17 Agustus. Namun untuk tahun ini, Pemkot Langsa sudah tidak menggelar lagi lomba tersebut.

"Sekarang itu (lomba panjat pinang) tidak ada lagi. Dalam bentuk lain saja," jelasnya.

Pemerintah tidak memberikan sanksi bagi masyarakat yang menggelar lomba tersebut.

"Tidak, belum ada sanksi. Tahun lalu juga mengimbau, buktinya masyarakat di gampong juga masih buat. Tapi ini pemerintah sudah tidak buat lagi," bebernya.  

(Detik.com)

Wednesday, August 14, 2019


ISLAMIANA_Masjid Nasir al-Molk di Iran, menjadi salah satu masjid yang memadukan unsur seni, arsitektur dan sejarah peradaban Islam.

Dibangun pada abad ke-19, masjid tersebut juga dikenal sebagai 'Masjid Merah Muda' yang ditunjukkan melalui tampilan tilework berwarna merah muda yang sangat banyak dan mendominasi halaman serta eksterior masjid.

Dikutip dari laman Tehran Times, Selasa (29/5/2018), desain interior Masjid Nasir al-Molk memiliki susunan cermin halus dan stuccowork yang saling terkait dengan desain dan tilework arabesque. Masjid ini juga dihiasi pilar-pilar berukir yang menunjukkan kemegahan polikrom.

Ruangan untuk tempat beribadah tampak sangat cantik saat diterangi sinar matahari yang menerobos masuk secara alami melalui jendela-jendela kaca berukuran sangat besar yang menghiasi bangunan ini.

Masjid ini juga merupakan rumah bagi karpet tambal sulam ala Persia yang dibuat secara manual menggunakan tangan.

Jika anda ingin mengunjungi masjid tersebut, anda harus memilih waktu yang tepat yakni pada jam awal saat sinar matahari berubah menjadi pelangi, meninggalkan efek cahaya yang menakjubkan pada keindahan karpet Persia yang menghiasi lantai masjid.



Bangunan tersebut dibangun setelah Mirza Hasan Ali (Nasir al-Molk), yang merupakan seorang pedagang era Qajar, memerintahkan pembangunan masjid dalam kerjasama eratnya dengan Mohammad Hasan e-Memar dan Nohammad Reza Kashisaz Shirazi, dua orang yang berprofesi sebagai Perancang dan Arsitek.

Shiraz, dalam banyak hal telah mewujudkan kekayaan arsitektur lokasi wisata di Iran, tempat yang memiliki banyak situs agama, budaya, sejarah, dan alam yang memiliki keunikan tersendiri.


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Masjid Bernuansa Pink di Iran, Pertemuan Arsitektur, Seni dan Sejarah Islam.

Thursday, July 25, 2019

Sahabat! Berbicara mengenai kopi, maka tidak akan lepas dengan yang namanya ngobrol bareng. Canda tawa, ngumpul bareng tidak nikmat rasanya jika tidak ditemani secangkir kopi. Bagi pencintanya kopi melebihi apapun. Bahkan ada yang mengatakan daripada tidak ngopi mendingan tidak makan nasi!. Itulah kelebihan kopi.

Pasalnya kopi sama dengan minuman-minuman yang lain, akan tetapi kemudian kopi dipandang lebih oleh banyak orang bahkan ulama sekalipun. Hal itu karena kopi mengandung zat yang bisa menjadikan orang melek bengi. Oleh karenanya banyak dari kalangan sufi yang senang ngopi karena bisa membuat tidak ngantuk di malam hari.

Istilah kopi sebenarnya sudah dikenal pada masa ulama terdahulu. Terbukti kita temukan beberapa karya ulama yang khusus membahas mengenai kopi. Dan jika disimpulkan secara keseluruhan isi karya-karya tersebut semuanya banyak menyanjung kopi. Tidak satupun dari ulama yang berkomentar negatif mengenainnya.

Dadalah Imam Ibnu Hajar, beliau mengatakan “ kopi bisa menghilangkan galau bahkan bisa menarik asrar(rahasia ilahi. Red.). Penjelasan diatas hendaknya bisa memperbaiki niat para pencinta kopi yang dulu ngopi hanya untuk teman nongkrong belaka tapi sekarang lebih dari itu yaitu niat untuk lebih semangat beribadah kepada Allah SWT.

Terlebih lagi ternyata ngopi dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Hal itu disampaikan oleh salah satu Habaib yang berjumpa dengan Nabi dalam keadaan bangun. Suatu ketika as-Sayyid Ahmad bin Ali Bahr al-Qadimi berjumpa dengan Nabi Muhammad SAW dalam keadaan terjaga. Ia berkata kepada Nabi SAW.: “Wahai Rasulullah, aku ingin mendengar hadits darimu tanpa perantara.” Nabi Muhammad SAW. kemudian bersabda: “Aku akan memberimu 3 hadits;

  1. Selama bau biji kopi ini masih tercium aromanya di mulut seseorang, maka selama itu pula malaikat akan beristighfar (memintakan ampun) untuknya.
  2. Barangsiapa yang menyimpan tasbih untuk digunakan berdzikir maka Allah SWT akan mencatatnya sebagai orang yang banyak berdzikir, baik ia gunakan tasbihnya atau tidak.
  3. Barangsiapa yang duduk bersama waliyullah yang hidup atau yang sudah wafat maka pahalanya sama saja dengan ia menyembah Allah SWT di seluruh penjuru bumi.”
Al-Habib Abu bakar bin Abdullah al-Atthas berkata: “Sesungguhnya tempat yang ditinggalkan dalam keadaan sepi atau kosong maka jin akan menempatinya. Sedangkan tempat yang biasa digunakan untuk membuat hidangan kopi maka para jin takkan bisa menempati dan mendekatinya.”

Syeikh Abul Hasan asy-Syadzili RA, adalah ulama besar dan kaya-raya, murid dari seorang wali yang sangat karomah, Syeikh Abdullah al-Masyisyi. Suatu waktu ia harus mengamalkan wirid dan harus menahan wudhu’nya sampai 40 malam tanpa batal. Dengan memohon petunjuk Allah, beliau bermimpi didatangi Rasulullah SAW dan seraya bersabda: “Hai Abul Hasan. ini saya bawakan biji-bijian yang banyak terdapat di tempatmu. Jemurlah!

Goreng kering hingga menjadi lunak, kemudian tumbuk sampai lembut. Sesudah itu, seduh dengan air mendidih. Air itulah yang kau minum setiap malam. Insya Allah kamu tidak akan mengantuk”. Esoknya, tahulah beliau bahwa biji yang ditunjukkan Rasulullah adalah biji kopi. Sejak minum kopi itu, beliau mampu menahan kantuk beberapa malam, bahkan 40 malam.

Referensi; kitab Tadzkir an-Nas, Hal:177
Subli Wicaksono/HIMMAH

Sumber: Sidogiri.net

Wednesday, July 24, 2019

Harta adalah sesuatu yang sangat berharga. Betapa senang bila kita memiliki banyak harta. Kita bisa memenuhi berbagai keinginan. Berbagai fasilitas hidup bisa kita dapatkan dengan harta yang kita miliki.

Harta adalah fasilitas yang diberikan Allah kepada kita. Oleh karena itu kita seharusnya menggunakan harta itu untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan malah jauh dari-Nya. Kita harus menjadikan harta sebagai fasilitas untuk beramal shaleh bukan malah kita yang diperbudak harta.

Banyak kisah terjadi di masa lampau, karena harta manusia lalai dan jauh dari Allah. Mereka manjadi jauh dari pencipta karena mendapatkan harta. Seperti kisah saklabah dan lainnya. Mereka hancur karena menjadi budak harta.

Sahabat, taukah kita, bahwa harta yang sebenarnya menjadi milik kita?
Baju yang banyak yang kita beli akan rusak kita pakai, kita pun tak bisa memakai semuanya dalam satu waktu. Rumah banyak pun hanya satu yang bisa kita tempati. Kendaraan lama-lama akan rusak.

Jadi harta yang sesungguhnya adalah harta yang bisa kita nikmati di akhirat yang kekal. Yaitu harta yang kita gunakan di jalan Allah. Seperti harta yang kita infakkan, kita sumbangkan untuk keperluan pembangunan masjid, surau, madrasah, pesantren dan lain sebagainya. Membantu bersedekah kepada fakir miskin dan orang yang membutuhkan. Harta yang digunakan untuk menyiarkan agama Allah.
Itulah hakikatnya harta yang kita miliki.

Kita akan tau di akhirat kelak bahwa harta-harta yang kita sedekahkan itu begitu berharga. Menjadi milik kita di akhirat, tempat kehidupan abadi. Bahkan orang yang sudah matipun bila dihidupkan mereka akan bersedekah. Karena apa? karena mereka sudah melihat harta yang sesungguhnya.

Mudah-mudahan kita bisa memahami hakikat harta yang kita miliki. Sehingga kita bisa mendapatkan harta yang hakiki itu. Waulohu'Alam.






Tuesday, July 23, 2019

Sahabat Islamiana-Dunia yang indah memesona, berisikan emas permata, tidak lebih baik dari salat sunat dua rokaat. Salat sunat tersebut adalah salat sunat qobliyah subuh.
Keutamaan salat sunat ini begitu berharga bagi kita yang memburu kebahagiaan akhirat, kebahagiaan yang kekal itu. Oleh karena itu lah, kita pun hendaknya tak melewatkan salat sunat ini.
Adapun dalil yang menunjukkan keutamaan salat sunnah qobliyah subuh adalah hadits dari ‘Aisyah di mana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
“Dua raka’at fajar (salat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim no. 725). 
Jika keutamaan salat sunnah fajar saja demikian adanya, bagaimana lagi dengan keutamaan shalat Shubuh itu sendiri.
Dalam lafazh lain, ‘Aisyah berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbicara mengenai dua raka’at ketika telah terbit fajar shubuh,
لَهُمَا أَحَبُّ إِلَىَّ مِنَ الدُّنْيَا جَمِيعًا
“Dua raka’at salat sunnah fajar (qobliyah subuh) lebih kucintai daripada dunia seluruhnya” (HR. Muslim no. 725).
Mudah-mudahan kita juga bisa mencintai shalat qobliyah subuh sebagaimana nabi kita Muhammad Saw mencintainya. Sehingga kita tak pernah meninggalkannya. Waulohu'Alam.


Monday, July 22, 2019

Sahabat Islamiana, Siapa  yang tak kenal madu. Cairan yang dihasilkan lebah ini banyaj menimpan kasiat. Sehingga, karena khasiatnya itu, maka madu seharusnya kita konsumsi secara rutin.
Sebenarnya manfaat dari madu ini sudah dirangkum dengan jelas dalam surat an-nahl ayat 69 yang berbunyi :
ثُمَّ كُلِي مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسۡلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلاً يَخۡرُجُ مِن بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخۡتَلِفٌ أَلۡوَانُهُ فِيهِ شِفَاء لِلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِّقَوۡمٍ يَتَفَكَّرُونَ (69
Yang artinya : “kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” 
Adapun manfaat dan khasiat yang akan kita peroleh dari mengkonsumsi madu secara rutin yaitu:
1. Tercegah dari Penyakit Berbahaya
Madu ini bisa menjadi pengobat dari beragam penyakit dan bahkan saking ampuhnya madu juga di juluki rajanya obat.
Bahkan madu juga dijelaskan dalam salah satu hadis yaitu : “Kesembuhan dari penyakit itu dengan melakukan tiga hal : berbekam, minum madu dan dibakar dengan besi panas. Tetapi aku melarang umatku membakar dengan besi panas itu.” (HR Al-Bukhari).
Beberapa hal yang bisa di cegah dari mengkonsumsi madu secar rutin adalah penyakit kanker dan juga penyakit jantung. Hal yang sangat ajaib bukan? Dimana kita ketahui bahwa penyakit kanker dan juga penyakit jantung adalah sekumpulan penyakit berbahaya yang sering menjadi penyebab kematian sekarang ini.
Karena banyaknya zat-zat berbahaya yang sering menginfeksi sel tubuh dan memicu terjadinya beragam penyakit berbahaya.
2. Mengatasi Sakit perut dan Gangguan Pencernaan
Dalam sebuah hadist dijelaskan ada seorang sahabat yang mengadukan karibnya yang mengeluhkan sakit perut kepada Rasulullah. Kemudian Rosul memerintahkannya meminum madu. Akhirnya dengan beberapa kali minum madu sakit perut orang tersebut menjadi sembuh.
3. Anti-bakteri, anti iritasi dan anti jamur
Semua madu bersifat antibakteri karena lebah menambahkan enzim yang membuat hidrogen peroksida. Dan minuman bermanfaat serta berkhasiat ini juga merupakan minuman yang diyakini anti iritasi dan juga anti jamur. Inilah mengapa madu sangat di anjurkan dalam mengobati banyak permasalahan di dalam tubuh.
4. Meningkatkan Stamina
Tahukah anda bahwa para Atlet Olimpiade kuno akan makan madu dan buah ara kering untuk meningkatkan penampilan mereka. Ini sekarang telah diverifikasi dengan studi modern, menunjukkan bahwa ini lebih unggul dalam mempertahankan kadar glukogen dan memperbaiki waktu pemulihan daripada pemanis lainnya. Dan madu memang mengandung beberapa zat penting untuk meningkatkan stamina tubuh..
5. Kontrol Gula Darah
Meskipun mengandung gula sederhana, namun kandungan madu tidaklah sama dengan gula putih atau pemanis buatan. Kombinasi pasti fruktosa dan glukosa benar-benar membantu tubuh mengatur kadar gula darah. Beberapa jenis madu memiliki indeks hipoglikemik rendah, sehingga tidak mempengaruhi kadar gula darah Anda. Bahkan madu adalah alternatif bagi penderita diabetes untuk memenuhi kebutuhan gula mereka.
6. Penyembuhan Luka
Mengoleskan  madu secara eksternal terbukti seefektif pengobatan konvensional dengan sulfadiazin perak. Diperkirakan bahwa efek pengeringan gula sederhana dan sifat antibakteri madu bergabung untuk menciptakan efek ini. Studi telah menunjukkan bahwa hal itu sangat berhasil dalam penyembuhan luka. Bahkan madu juga efektif dalam penyembuhan luka bakar.
Demikian artikel ini semoga bermanfaat bagi kita semua. Waulohu'Alam.
Wasiat tak melulu soal harta. Wasiat juga bisa berupa pesan berharga dari seseorang. Bila wasiat disampaikan Baginda nabi Muhammad Saw, tentu lebih berharga dari sekedar harta.
Ada tiga wasiat dari Baginda Nabi Muhammad Saw kepada Abu Hurairah yang juga bisa kita amalkan. Bahkan setelah menerima wasiat tersebut Abu Hurairah tak pernah meninggalkanya hingga dia meninggal dunia.
Wasiat Nabi kepada Abu Hurairah ini, terabadikan dalam sebuah hadis riwayat Imam al-Bukhari dalam salah satu ba di kitab Sahih Bukhari-nya.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلَاثٍ لَا أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَصَلَاةِ الضُّحَى وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ
“Dari Abu Hurairah RA. berkata, “Telah berwasiat kepadaku, kekasihku (Rasulullah SAW) untuk melakukan tiga hal yang tak akan aku tinggalkan hingga meninggal dunia, yaitu: puasa tiga hari setiap bulan (Ayyamul Bidh), shalat dhuha dan tidur dalam keadaan telah melakukan shalat witir.” (HR. Al-Bukhari)
Dari hadis tersebut, bisa kita lihat secara jelas apa saja tiga hal yang diwasiatkan Rasulullah SAW tersebut.
Pertama, puasa tiga hari setiap bulana yaitu puasa setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan qamariyah. Puasa ini juga bisa disebut dengan puasa Ayyamul Bidh. Disebut dengan Ayyamul Bidh karena pada malam-malam tersebut tersinari dengan sinar putih cahaya rembulan yang sedang purnama.
Kedua, shalat dhuha. Shalat dhuha ini merupakan pengganti bagi orang-orang yang ingin bersedekah namun ia tidak memiliki kemampuan atau harta untuk disedekahkan. 
Ketiga, shalat witir. Shalat witir adalah shalat yang dilakukan dengan bilangan rakaat yang ganjil. Shalat witir tidak hanya dilakukan pada malam bulan Ramadhan saja, tapi juga bisa dilaksanakan di setiap malam.
Demikian tiga wasiat tersebut. Mudah-mudahan kita juga bisa mengamalkannya hingga meninggal dunia layaknya Abu Hurairah. Waulohu'Alam.


Sunday, July 21, 2019


Sahabat! Setiap yang hidup pasti akan mati. Tak ada satu manusia di bumi ini yang mengingkarinya. Bahkan Firaun yang mengaku tuhan sekalipun. Karena begitulah hidup di dunia yang akan berujung pada kematian.

Allah berfirman:
كُلُّ نَفۡسٍ۬ ذَآٮِٕقَةُ ٱلۡمَوۡتِ‌ۖ ثُمَّ إِلَيۡنَا تُرۡجَعُونَ
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. (QS. Al Ankabut : 57)

Dalam ayat lain:
كُلُّ نَفۡسٍ۬ ذَآٮِٕقَةُ ٱلۡمَوۡتِ‌ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوۡنَ أُجُورَڪُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَـٰمَةِ‌ۖ فَمَن زُحۡزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدۡخِلَ ٱلۡجَنَّةَ فَقَدۡ فَازَ‌ۗ وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا مَتَـٰعُ ٱلۡغُرُورِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS Ali Imran : 185)

Tidak ada satu makhluk pun yang kuasa menangguhkan datangnya kematian, walau hanya sedetik, karena takdir kematian adalah hak mutlak Allah SWT.

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya. (QS Al'Araaf:34)

Setiap manusia, sesungguhnya selalu diburu kematian. Jaraknya pun semakin dekat dari waktu ke waktu. Maka hakikatnya, saat ini kita sedang berada pada deretan antrean kematian.

Tapi deretan antrean ini memang beda dengan antrean BBM atau sembako. Bila antrean BBM dan sembako maka kita sangat ingin besegera mencapainya. Bahkan beberapa orang yang nakal, akan berusaha menyalipnya.

Namun antrean kematian sebaliknya. Kita tak ingin cepat-cepat sampai. Justru kita ingin belakangan. Karena begitulah manusia yang cendrung ingin eksis di muka bumi.

Tapi bukanlah kematian yang harus kita fikirkan. Namun orang yang cerdas adalah orang yang mempersiapkan bekal untuk setelah kematian dan meninggalkan dosa. Karen setiap yang kita lakukan akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah.

Oleh karena itu, bekal kematian  tersebut tak lain dan tak bukan adalah amal shaleh, amal kebajikan. Menghamba kepadanya dengan menjalankan perintah Allah menjauhi larangan-Nya. Dengan begitu amal buruk dan dosa bisa kita tinggalkan. Sehingga saat dimintai pertanggungjawaban amal kelak oleh Allah, kita tidak menyesal.

Maka tentu tak logis, orang yang yakin akan datangnya kematian dan meyakini adanya pertanggungjawaban amal, justru hanya disibukkan dengan urusan dunia semata. Tak memikirkan urusan di akhirat, Bagaimana kita akan mempertanggungjawabkan amal? Bagaimana kita akan menjalani hidup di akhirat yang kekal?

Ingat! Kesusahan di dunia akan berakhir dengan kematian. Tapi kesusahan di akhirat, neraka, siksaan, entah kapan akan berakhir bila sejak di dunia tak pernah memikirkan akhiratnya.

Dunia tempat menanam amal dan akhirat tempat memetiknya. Bila baik amal di dunia, maka kita akan memetik kebaikan di akhirat. Bila jelek amal di dunia maka jelek pula yang akan diterima di  akhirat.

Bila dunia sementara dan akhirat adalah kekal, maka bagaimanakah kita akan menjalani kehidupan di akhirat kelak? Hanya kita yang bisa menjawabnya.
"Akhirat itu terlalu nyata, kepada hati yang tidak buta,"  Raja Ali Haji dalam Gurindam 12. (*)