ISLAMIANA

Referensi Islami Masa Kini

Thursday, January 3, 2019

Sahabat Islamiana. Stres bisa saja menghampiri manusia. Terutama saat terlalu banyak beban pikiran, saat persoalan datang bertubi-tubi, saat keinginan yang didambakan tak terwujud, saat realita tak sesuai dengan espektasi. Beban kerja menumpuk, masalah ekonomi keluarga sedang sulit dan lain sebagainya.

Sebagai muslim beriman, seharusnya kita bisa menyikapi kondisi yang demikian dengan tepat. Karena hidup tentulah dihadapkan dengan berbagai persoalan, berbagai kondisi dan berbagai masalah.

Namun terkadang manusia yang mengalami stres melampiaskan dengan kemarahan. Bahkan bagi yang stres berat dan kemudian putus asa, hilang akal sehatnya hingga mengakhiri hidup dengan bunuh diri. Na'uzubillah. Ini yang seharusnya tidak terjadi.

Sahabat Islamiana. Stres sebenarnya adalah gangguan mental yang dihadapi seseorang akibat adanya tekanan. Tekanan ini muncul dari kegagalan individu dalam memenuhi kebutuhan atau keinginannya. Bila kita mengalami stres, maka lekaskan mengatasinya. Jangan biarkan pikiran berada dalam kestresan. Alangkah baiknya kita tata mental kita agar bisa terhindar dari stres.

Berikut Islamiana berbagai beberapa cara untuk mengatasi atau menghindari stres.

Pertama, zikir atau mengingat Allah. Dengan begitu hati dan pikiran kita akan menjadi tenang. Tanamkan dalam diri bahwa kita hanya berusaha dan Allah lah penentunya. Baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah. Allah lebih tahu mana yang terbaik untuk kita. 

Kita hanyalah mahluk ciptaan-Nya yang pengetahuannya terbatas, sedangkan Allah SWT zat yang Maha Tahu.

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi [pula] kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui" (al-Baqarah: 216)

Kedua, yakinlah bahwa masalah yang kita hadapi mampu kita atasi. Karena dalam prinsip hidup, tak ada masalah yang tidak ada solusinya. Bila Allah menghadapkan kita dengan masalah, maka bersamaan dengan itu pula Allah memberikan solusinya. Hanya kita sebagai manusia yang harus mampu dengan jernih menyikapi dan menghadapi serta mencari solusi masalah tersebut.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya …” (Al-Baqarah: 286)

Ketiga, tetap optimis menatap masa depan. Bila gagal, itu bukan berarti dunia kiamat, kita bisa bangkit. Bila kenyataan tak sesuai harapan, maka itu adalah proses yang belum tuntas kita jalani. Tetap maju karena banyak kenyataan-kenyataan yang lebih indah sedang menanti.

Yakinlah bahwa masalah atau beban yang dihadapkan kepada kita adalah cara Allah untuk membuat kita lebih dewasa dalam bersikap, lebih matang dalam berfikir dan lebih bijak dalam mengambil keputusan.

Keempat, tetap sabar dalam ketaatan menjalankan perintah Allah. Ini penting kita garis bawahi, bahwa sesungguhnya dunia ini fana tak abadi. Ada kehidupan yang lebih baik daripada kehidupan dunia. Semua perbuatan kita semasa hidup akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah SWT. Maka tetaplah taat kepada Allah. Niscaya tempat yang baik di akhirat sedang menunggu.

Terakhir  tetap bersyukur dengan apa yang kita dapatkan. Karena dengan bersyukur kenikmatan akan bertambah. Agar bisa bersyukur, lihatlah orang yang posisinya berada di bawah kita. Dengan begitu kita akan menemukan kenikmatan tak terhingga.

Mudah-mudahan kita selalu terhindar dari stres. Semoga bermanfaat. Waulohu A'lam. ***

Tuesday, January 1, 2019

Walikota Tanjungpinang Syahrul (tengah) saat mengikuti zikir, dan doa bersama masyarakat Kota Tanjungpinang di Pelataran Gedung Gonggong Senin (31/12/18) malam dalam rangka menyambut tahun baru 2019.

Tanjungpinang, Islamiana - Dalam rangka menyambut tahun baru 2019, Pemerintah Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan  Riau menggelar acara doa, zikir dan muhasabah bersama masyarakat di Laman Boenda Gedung Gonggong, Senin (31/12) malam.

Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul mengajak seluruh masyarakat Kota Tanjungpinang untuk mengintrospeksi diri dan meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT. Hal tersebut disampaikannya ketika menyampaikan sambutan dalam acara tersebut.

Syahrul juga mengapresiasi atas semangat masyarakat Kota Tanjungpinang yang telah membuat kegiatan-kegiatan bermanfaat untuk menyambut tahun baru.

"Saya mendapat kabar bahwa sebagian besar masjid dan musholla di Kota Tanjungpinang kini melaksanakan kegiatan zikir dan muhasabah, ini merupakan bagian dari perubahan yang lebih baik lagi dengan melaksanakan kegiatan bermanfaat," ungkapnya.

Syahrul juga mengajak untuk senantiasa berbaik sangka dan menjauhi segala larangan-Nya.

"Mari kita selalu berbaik sangka dan jauhi larangan Allah SWT, jika keduanya sikap itu telah tertanam dalam diri akan mendatangkan rahmat dan kebaikan dari Allah SWT,  sedangkan berburuk sangka hanya akan mendatangkan dosa, serta penyakit hati yang dapat merusak hubungan dengan sesama," lanjutnya.

Menurut Syahrul, dengan kegiatan zikir dan muhasabah ini, dapat merefleksikan diri selama 1 tahun yang telah dilewati, apakah sudah lebih baik lagi atau diisi dengan hal yang sia-sia. "Orang yang hanya menghabiskan waktu sia-sia termasuk orang yang merugi, mari manfaatkan waktu sebaik-baiknya, isi dengan kegiatan yang bermanfaat serta mengharapkan ridho Allah SWT," kata Syahrul.

Dengan nuansa serba putih, masyarakat tumpah ruah untuk mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini diawali dengan zikir dan muhasabah yang dipimpin oleh Ustad Ahmad Salim. Tampak seluruh tamu undangan dan masyarakat yang hadir khusyuk dan menghayati alunan zikir tersebut. Usai zikir dan muhasabah, dilanjutkan dengan tausyiah oleh Ustad kondang di Tanjungpinang yaitu Ahmad Fauzi Amandaris. (*)

Sunday, December 30, 2018

Sahabat Islamiana. Doa merupakan salah satu senjata ampuh kaum muslimin. Doa tak tersekat ruang dan waktu. Doa juga merupakan perwujudan dari penghambaan diri sang mahluk kepada tuhannya. Setelah berusaha dan berupaya mengejar cita dan asa, kemudian berdoa sebagai bentuk tawakal kita kepada Allah.

Doa bisa dilakukan kapan saja, namun ada waktu yang utama dan mustajab. Sehingga sebagai muslim hendaknya kita menggunakan waktu ini untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT. Lalu kapan sajakah waktu-waktu mustajab tersebut? Berikut adalah beberapa waktu mustajab terkabulnya doa:

1. Sepertiga Malam Terakhir

Dalam hadits Nabi yang telah diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim telah dijelaskan bahwa setiap muslim yang memanjatkan doa kepada Allah SWT di waktu sepertiga malam terakhir dan memohon ampunan dosa, maka Allah SWT akan mengabulkan semua doanya dan memberikan ampunan kepadanya juga.

2. Waktu Bulan Ramadhan

Rosulullah menganjurkan kepada setiap muslim untuk berdoa ketika setelah melaksanakan sholat sunnah witir di bulan ramadhan dan lebih baik lagi jika mengucapkan doa “subhanal malikil quddus” sebanyak tiga kali maka Allah SWT akan mengabulkan semua doa-doa yang dipanjatkannya.

3. Waktu Sahur

Setiap muslim yang membiasakan diri untuk berdoa setelah sholat sunnah witir sebelum fajar yaitu di waktu sahur maka hal ini merupakan amalan yang paling utama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, jadi gunakan waktu sahur untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT.

4. Waktu Berbuka Puasa

Salah satu waktumustajab untuk berdoa adalah waktu berbuka puasa sehingga setiap muslim dianjurkan untuk memanjatkan doa saat berbuka puasa. Inilah waktu terkabulnya doa di bulan Ramadhan.

5. Waktu Arafah

Waktu arafah merupakan waktu dimana umat Islam yang menunaikan ibadah haji sedang melakukan wukuf di arafah yaitu pada tanggal 9 Dzulhijjah. Di waktu ini seluruh umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa , hal ini telah dijelaskan dalam hadits Nabi yang telah diriwayatkan Tirmidzi.

6. Waktu Jumat

Hari jumat merupakan rajanya hari dan seluruh umat muslim laki-laki yang telah baligh diwajibkan untuk menunaikan ibadah sholat jumat. Selain itu ternyata di hari jumat ini merupakan waktu mustajab sehingga setiap muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa kepada Allah SWT.

7. Waktu antara adzan dan iqomah

Sebelum sholat jamaah dimulai didahului oleh adzan dan iqomah terlebih dahulu, ternyata waktu diantara dua adzan dan iqimah merupakan waktu mustajab untuk memanjatkan doa, hal ini telah tercantum dalam hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.

8. Setelah Selesai Sholat Fardhu

Salah satu waktu-waktu mustajab untuk berdoa agar cepat terkabul adalah setelah sholat fardhu. Dalam hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Tirmidzi telah dijelaskan bahwa waktu terkabulnya sebuah doa merupakan waktu setelah melaksanakan ibadah sholat fardhu.

9. Waktu Turun Hujan

Dalam hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Bukhari telah dijelaskan bahwa Rosulullah selalu berdoa ketika hujan turun agar hujan itu membawa keberkahan bagi semua makhluk di dunia ini.

10. Waktu Setelah Mengkhatamkan al-Qur’an

Setiap muslim yang telah berhasil mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 30 juz dan dia memanjatkan doa kepada Allah SWT maka Allah akan mengabulkan doa-doanya dengan cepat.

11. Waktu Berjihad di Jalan Allah SWT

Ketika seorang muslim sedang berjihad dijalan Allah SWT dan dia memanjatkan doa maka InsyaAllah semua doanya terkabul, namun saat ini umat muslim tidak perlu berjihad dengan peperangan yang perlu diperangi adalah hawa nafsu diri sendiri.

Mudah-mudahan doa yang kita sampaikan pada waktu-waktu tersebut dikabulkan oleh Allah SWT. (*)


Sahabat Islamiana. Perlu kita ketahui, HOAKS ternyata sudah ada sebelum manusia ada di dunia. Bahkan manusia justru dikeluarkan dari surga dan di turunkan ke dunia karena menjadi korban hoaks. Begitu dahsyatnya kabar bohong ini.

Lalu siapa sang penyebar hoaks itu, tak lain adalah setan. Setalah sang penyebar hoaks pertama. Hal ini sebagaimana yang di jelaskan dalam Alquran. 

Alquran mengabarkan kepada kita bahwa, Nabi Adam adalah korban hoaks pertama dari bisikan setan. 

Al-Qur’an merangkum kisah ini dalam Al-A’raf 19-22 dengan mengawali kehidupan Nabi Adam dan isterinya di surga:


وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ

“(Dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim”.

Peran setan diawali dengan pemutarbalikan fakta larangan dari Allah dengan bumbu kalimat penuh dusta:

فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِن سَوْآتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَٰذِهِ الشَّجَرَةِ إِلَّا أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ

“Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)”.

Jadi setan membuat hoaks, “Allah melarang kamu makan buah khuldi ini supaya kamu tidak jadi malaikat dan tidak hidup kekal di surga”

Seperti gaya pembuat hoaks setan pun berlagak sok bijaksana:

وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ (21) فَدَلَّاهُمَا بِغُرُورٍ ۚ

“Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua”, maka setan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya… ”

Oleh karena itu, jangan sampai kita menjadi pengikut setan sang penyebar HOAKS. Saring sebelum sharing. sharing A’lam .(MM)


Saturday, December 29, 2018



Sahabat Islamiana. Saat ini kita berada pada pengujung tahun 2018. Beberapa hari lagi, kita akan masuk pada tahun baru 2019. Begitulah waktu, cepat berlalu. Seolah baru kemarin kita memasuki tahun 2018, namun kini kita segera meninggalkannya. Ketika kita meninggalkan tahun 2018, maka kita pasti tidak akan pernah menjumpainya lagi. Karena waktu terus berjalan maju, tak pernah berhenti,  apalagi mundur. Oleh karena itu bila kita melewatkan waktu dengan kesia-siaan maka hilangkan waktu yang kita miliki secara percuma. Bila kita gunakan waktu kita dengan baik, maka kita terhindar akan celaka.

Orang yang pintar pastilah akan memanfaatkan waktunya dengan baik, menghindari berbuat kesia-siaan, apalagi kemaksiatan. Dia akan selalu mengisi waktunya dengan ibadah, dan sesuatu yang bermanfaat. Sehingga begitu waktu lewat, dia tidak pernah menyesalinya, karena sudah berusaha mengisi waktu yang diberi Sang pencipta alam semesta dengan sebaik-baiknya.

Momentum pergantian tahun ini mengingatkan kita bahwa usia kita bertambah. Ini berarti jatah kita untuk hidup di dunia berkurang. Jarak kita dengan kematian semakin dekat. Coba sesekali kita benar-benar berkaca menatap diri kita. Dulu kita masih gagah sekarang kulit sudah mengeriput, otot mulai mengendur. Rambut yang semula hitam, kini sudah mulai memutih. Kita lihat anak-anak kita yang dulu imut dan comel, saat ini sudah dewasa bahkan sudah mempunyai anak pula. Begitulah perjalanan waktu yang teramat cepat.

Pergantian tahun baru ini harus kita manfaatkan sebagai memontum untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Ini penting untuk kita lakukan agar waktu tak berlalu dengan sia-sia. Dalam hal ini, Imam Al-Ghozali mengajak kita untuk berhitung. Bila manusia sehari semalam istirahat tidur selama delapan jam, dan sehari semalam adalah 24 jam, maka dalam sehari kita sudah menggunakan waktu untuk istirahat sebanyak sepertiganya. Bila kita diberikan umur hidup selama 60 tahun, berarti 20 tahun umur, kita gunakan hanya untuk tidur. 40 tahunnya itulah kita bangun dan dari 40 tahun itu berapa yang kita gunakan untuk beramal kebajikan?

Umar Bin Khattab berpesan kepada kita untuk selalu melakukan muhasabah. Beliau berkata “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab. Karena dengan begitu akan meringankan hisab kalian di hari akhir kelak.” Maka sebaiknya kita menghitung seberapa banyak amal atau bekal yang sudah kita siapkan untuk menghadapi hari setelah kematian.

Selanjutnya, memontum tahun baru harus kita manfaatkan untuk melakukan pembersihan diri atau jiwa. Allah Swt berfirman dalam suarat Al-‘Ala ayat ke 13 yang artinya “Amat beruntunglah orang yang mensucikan dirinya”. Cara membersihkan diri adalah dengan bertaubat dari kemaksiatan dan kembai kepada jalan ketaatan. Bukan sekedar taubat sambal, ketika sudah hilang pedasnya kembali lagi memakannya, namun taubat yang sungguh-sungguh. Menyesali segala perbuatan dosa dan bertekad menjauhinya sejauh-jauhnya dan kemudian bersunggh-sungguh dalam ketaatan kepada Allah Swt.

Pergantian tahun pada hakikatnya juga mengingatkan kita pada datangnya kematian. Karena setiap kita sudah diberikan jatah atau limit untuk hidup di dunia ini. Kematian adalah suatu yang haq artinya datangnya kepada kita adalah suatu kepastian. Tak bisa ditunda atau diundur. Oleh karena itu, hendaklah kita mempersiapkan diri menghadapi kematian buka menjauhinya atau menghindarinya. Karena menjauhinya dengan tidak memikirkannya adalah suatu kesia-siaan. Toh kematian tidak bisa dujauhi atau dihindari, bahkan dia terus memndekat dan menghampiri. Hal cerdas yang harus kita lakukann adalah mempersiapkan diri menghadapinya. Perbanyak amal kebajikan dan bertaubat dari dosa. Jalankan perintah-Nya dan jauhi larangan-Nya.

Terakhir sebagai seorang muslim, jangan sambut tahun baru dengan meniup terompet karena itu budaya yahudi, atau membunyikan lonceng karena itu ajaran nasrani, atau dengan pesta kembang api karena itu ajaran majusi yang menyembah api. Sambutlah tahun baru dengan melakukan muhasabah atau introspeksi diri, membersihkan diri dengan bertaubat dan mempersiapkan diri dan mental menghadapi kematian yang terus mendekat. Namun begitu, tetaplah bersemangat mengejar cita-cita dan impian. Karena semua itu demi menggapai ridho Ilahi. (*)



Wednesday, December 12, 2018

Sahabat Islamiana.  Setiap kita pasti akan mati. Dalam proses kematian kita akan menghadapi pristiwa Sakarotul Maut. Inilah yang paling ditakuti kebanyakan manusia, karena dahsyatnya Sakarotul Maut.

Bagaimana kedahsyatan Sakarotul Maut.?
Imam Ghozali mengatakan bahwa, “Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”. (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).

Rasulullah SAW bersabda bahwa, "Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang." (HR. Tirmidzi)

Kemudian Rasulullah SAW juga bersabda bahwa, "Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?" (HR Bukhari)
.
Imam Ghozali bahkan berpendapat bahwa sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan dalam perut seseorang. Kemudian seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang tersengkut padanya dan meninggalkan yang tersisa.

"Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut seperti menghujam jiwa san menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan bahwa dirinya ditarik-tarik dan dicabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dan dari setiap akar rambut serta kulit kepala hingga kaki." kata Imam Ghozali.

Namun sebenarnya tak perlu kita takut. Karena takut pun tak ada mengubah keadaan, kita tetap akan merasakan Sakarotul Maut. Justru yang harus kita lakukan adalah mempersiapkan diri menghadapi hal itu.

Bersemangatlah dalam beribadah hanya karena Allah. Selalu berbuat kebajikan. Yakinlah saat Sakarotul Maut kadahsyatan itu akan sirna karena dua malaikat yang menghibur kita. Waulohu A'lam.

Friday, November 23, 2018

Islamiana.net - Pesantren Sidogiri, Pasuruan, Jawa Tinur sukses mengembangkan ekonomi syariah.  Dengan lembaga Baitul Mal wa Tamwil (MBT) UGT, pesantren tersebut terus melebarkan sayapnya ke berbagai wilayah di seluruh penjuru Indonesia. 

Bahkan kini, pesantren tersebut menjadi rujukan tempat belajar ekonomi syariah pesantren lain dan menjadi rujukan para mahasiswa, dosen, dan peneliti yang ingin tahu lebih dalam kiat kesuksesan mereka. Sehingga pengembangan ekonomi syariah di pesantren ini layak menjadi percontohan dunia.


Karena banyaknya pihak yang ingin belajar ekonomi syariah ini, akhirnya dibentuklah Shariah Business Centre (SBC) Sidogiri, yang merupakan Lembaga Diklat Profesi Koperasi Jasa Keuangan Syariah (LDP KJK) yang  bergerak di bidang pelatihan untuk penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal di bidang koperasi syariah. Selain memberikan layanan pelatihan, SBC Sidogiri juga menyediakan jasa konsultan dan pendampingan UKM dengan pola atau sistem syariah

Tentu saja kesuksesan yang kini diraih itu tidak datang dengan tiba-tiba. Banyak aral melintang dan hambatan yang harus dilaluinya. Tetapi berbagai kesulitan itu tidak membuat para para pengagas BMT Syariah di Sidogiri patah semangat, melainkan dijadikan sebagai penghela semangat untuk terus belajar. Kini mereka telah memetik hasil dari proses belajar yang sulit dan secara hati-hati terus mengembangkan usahanya. Koperasi Syariah Sidogiri telah memiliki anggota 8.871 orang, 256 Cabang, di 10 Propinsi, jumlah simpanan 165 Milyar, aset 1,2 Triliun, dengan omset 13.6 Triliun rupiah

Bagaimana awal mulanya pengembangan ekonomi syariah ini berkembang. Seperti pesantran-pesantren lainnya, kajian kitab kuning merupakan “makanan” sehari-hari. Dalam bab muamalah, pembahasan tentang riba secara gamblang dibahas. Pengasuh pesantren Sidogiri KH Nawawi Thoyib merasa tak bisa lepas tangan dengan kondisi masyarakat di sekitarnya yang dicekik oleh renternir, sementara mereka hanya berdiam diri dan mengharamkan saja tanpa mampu berbuat sesuatu. Dengan tekad bulat, pada 1993 ia mulai membantu masyarakat mengganti pinjaman dari renternir dengan pinjaman tanpa bunga.

Teladan yang diberikan oleh pengasuh pesantren tersebut memberi inspirasi para ustadz muda waktu itu seperti Ust H. Mahmud Ali Zain, yang kini menjadi tokoh penting dalam koperasi syariah Sidogiri. Mereka berusaha belajar dan mencari jejaring yang terkait dengan pengembangan ekonomi syariah. Pada tahun 1990an, Konsep simpan pinjam berbasis syariah masih langka, tetapi hal itu tidak menyurutkan langkahnya untuk mencari ilmu. Upayanya tak sia-sia, salah satunya mereka mendapatkan akses mengirimkan 10 orang untuk mengikuti pelatihan BMT dari sebuah Bank Syariah yang mulai diizinkan beroperasi di Indonesia.

Dari situlah kemudian dilanjutkan dengan pendirian Koperasi BMT yang diberi nama Baitul Mal wat-Tamwil Maslahah Mursalah lil Ummah dengan anggota para guru MMU (Madrasah Miftahul Ulum) Pondok Pesantren Sidogiri. Koperasi ini secara resmi didirikan pada tanggal 12 Rabi’ul Awal 1418 H (ditepatkan dengan tanggal lahir Rasulullah SAW) atau 17 Juli 1997 di kecamatan Wonorejo Pasuruan.

Setelah bermusyawarah dan mensosialisasikan cita-cita mulia ini, terdapat 148 orang yang bersedia menjadi anggota dan berhasil dikumpulkan modal sebanyak 13.5 juta rupiah. Koperasi itu mulai usahanya dengan menyewa kantor seluas 16 meter persegi. Dari tempat kecil inilah, para pelopor ekonomi syariah dari Sidogiri mulai berupaya ilmu yang diperoleh dari pesantren dan pelatihan. 

Pelan tapi pasti, dengan mengedepankan sikap profesional, memisahkan antara manajemen pesantren dan manajemen ekonomi, koperasi tersebut berkembang dengan baik. Hal ini membuat komunitas Sidogiri yang lebih luas, khususnya para guru dan alumni menginginkan pendirian koperasi dalam skup yang lebih luas. Maka pada tanggal 05 Rabiul Awal 1421 H (juga bertepatan dengan bulan lahirnya Rasulullah SAW) atau 22 Juni 2000 M diresmikan dan dibuka satu unit Koperasi BMT UGT Sidogiri di Jalan Asem Mulyo 48 C Surabaya. Seperti pendahulunya, BMT ini berjalan dengan baik. Dengan target pasar yang memang luas, BMT UGT Sidogiri mampu melayani konsumen dalam jangkauan yang luas dan kini menjadi perbincangan nasional.

Kini Sidogiri bukan lagi sekedar pesantren yang mengajarkan kitab kuning, melainkan telah menjadi Lembaga Ekonomi dan Sosial dibawah payung Sidogiri Network Forum (SNF) dengan serangkaian usaha yang meliputi (1) koperasi pesantren, (2) BMT Maslahah, (3), BMT UGT Usaha Gabungan Terpadu (4) BPR Syariah Ummu (jasa Keuangan), (5) koperasi Agro, (6) SBC Sidogiri (Diklat Profesi Jasa Keuangan Syariah), (7) LAZ Sidogiri (Lembaga Amil Zakat), (8) L-KAF Sidogiri (Lembaga Wakaf), (9) IASS Sidogiri (Ikatan Alumni Santri), (10) majalah Buletin Sidogiri, dan (11) Penerbitan Pustaka Sidogiri.

Seiring dengan semakin bertambahnya kepercayaan masyarakat, luasnya jaringan alumni, bertambahnya akses modal dan pengalaman. Tak diragukan lagi, upaya dakwah ekonomi yang secara langsung menyentuh lapisan akar rumput akan terus berkembang. Dakwah tak sekedar bil lisan, tetapi juga bil hal atau dengan aksi nyata. Model seperti inilah yang akan memberikan hasil yang dahsyat. 

Upaya pengembangan ekonomi berbasis pesantren yang kini gencar dilakukan, baik oleh masyarakat maupun oleh pemerintah melalui Kemenag, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga pemerintah lainnya mendapat partner yang baik yang bisa mendampingi pesantren lain yang ingin belajar ekonomi syariah. Sidogiri paham betul tradisi pesantren dan tahu apa yang harus dilakukan agar kegiatan ekonomi pesantren ini bisa tumbuh. (Mukafi Niam/NU Online)