ISLAMIANA

Referensi Islami Masa Kini

Saturday, March 30, 2019



Islamiana.net-Pemerintah Brunei Darussalam akan menerapkan hukum atau Undang-Undang baru tentang LGBT bagi penduduk muslim.

Dijutip abc.net.au, Selasa (26/3/2019), Brunei Darussalam akan menerapkan Undang-Undang yang mana pelaku LGBT dikenai hukuman cambuk atau dirajam sampai mati.

Undang-Undang itu dikabarkan akan segera disahkan pada 3 April 2019 mendatang.

Awalnya, Brunei Darussalam sebenarnya sudah menerapkan Undang-Undang yang menyebut pelaku homoseksualitas adalah ilegal dan harus dipenjara 10 tahun.

Namun kini Brunei Darussalam menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang menerapkan hukuman cambuk dan rajam hingga tewas untuk LGBT.

Brunei Darussalam juga menjadi satu di antara negara-negara Asia pengusung budaya ketimuran dengan Undang-Undang syariah di tahun 2014.

Undang-Undang syariah tersebut berisi hukuman penjara dalam kasus hamil di luar nikah dan tidak mengikuti salat Jumat.

Matthew Woolfe yang merupakan pendiri kelompok hak asasi manusia The Brunei Darussalam Project, mengungkap tindakan pelaku LGBT yang bisa dikenai hukuman.

Di antaranya adalah menjalin hubungan sesama jenis, perzinahan, sodomi, dan pemerkosaan.

Kelompok hak asasi manusia asal Manila, ASEAN SOGIE membenarkan bahwa pemerintah Brunei Darussalam akan mengesahkan Undang-Undang syariah terbaru itu.

Departemen Perdana Menteri Brunei Darussalam Darussalam hingga kini belum menanggapi segala pertanyaan yang dikirim ke email mereka.

Brunei Darussalam adalah negara bekas jajahan Inggris yang terletak di antara perbatasan Malaysia dan Indonesia.
Brunei Darussalam memiliki penduduk sekitar 400 ribu jiwa yang mana 67 persennya adalah muslim.

Maka dari itu mayoritas penduduk Brunei Darussalam tunduk pada hukum syariah dari sultan mereka, Hassanal Bolkiah.
Diketahui pelaku LGBT dihukum mati di negara mayoritas muslim, seperti Yaman, Arab Saudi, dan Mauritania***

Friday, March 29, 2019

Islamiana.net - Hajah Djuriah Rais pendiri Masjid Kubah Emas di Depok, Jawa Barat, meninggal dunia pada Jumat dini hari, 29 Maret 2019.  Perempuan yang akrab dipanggil Dian Al Mahri ini meninggal di usia 70 tahun. Kabar kepergian almarhum pun langsung menjadi viral.
Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna, menuturkan bahwa Dian Al Mahri dikabarkan meninggal dunia sekitar pukul 02:20 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah.
"Kami tentu sangat kehilangan almarhum ya," kata Pradi sebagaiman dikutip viva.
Sosok Dian Al Mahri, kata Pradi, adalah pribadi yang sangat luar biasa. Ia adalah putri terbaik yang dimiliki Kota Depok. Pradi berdoa agar almarhumah mendapat tempat mulia di sisi Allah Subhanahu Wata’alla. 
"Kami mewakili Pemerintah Depok dan warga Depok menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah khusnul khotimah, diampuni segala dosanya di terima amal ibadahnya dan dimasukkan ke surga firdaus. Amiin ya Rabbal'alamin."
Dian Al Mahri disalatkan oleh jemaah di Masjid Kubah Emas, Jumat (29/03/19).  Solat jenazah di laksanakan setelah salat jumat. Almarhumah kemudian dimakamkan di halaman masjid.
Terlihat raut muka kesedihan dari keluarga dan kerabat ketika jenazah Dian Al Mahri diturunkan ke liang kubur

"Bahwa selama kehidupan beliau, yang namanya tutur kata perbuatan yang sadar dan tidak sadar kalau ada yang tidak berkenan atau kesalahan beliau pada kesempatan ini dibukakan pintu maaf seluas luasnya," kata suami Almarhumah, Maimun Rosyid di hadapan jemaah Masjid Kubah Emas.
Maimun juga memohon agar seluruh jemaah mengikhlaskan kepergian Dian Al Mahri. Selain itu dirinya berharap agar jemaah mendoakan kepergian istrinya.

"Kami juga minta keikhlasan dari para jemaah atas kepergian alamarhum istri kami ini. Mari kita doakan agar almarhum diterima amal ibadahnya, di lapangkan alam kuburnya, ditempatkan di sisi Allah, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan menghadapi keadaan ini," tutur Maimun Rosyid. (*)


Islamiana.net- Saat khutbah berlangsung, kotak amal masjid biasanya dijalankan dari satu jamaah ke yang lain. Itu dilakukan untuk mempersilakan masing-masing jemaah menyumbang di kotak tersebut. Bagaimana hukumnya menurut pandangan fiqih?

Anjuran saat khutbah berlangsung adalah diam mendengarkan khutbah dengan seksama. Anjuran ini berdasarkan firman Allah ﷻ:


وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ


“Dan apabila dibacakan khutbah, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-A’raf, 204).

Kata “al-Qur’an” dalam ayat tersebut ditafsiri dengan khutbah. Penamaan khutbah dengan sebutan Al-Quran, karena di dalam khutbah mengandung ayat suci Al-Qur’an.

Syekh Zakariyya al-Anshari mengatakan:


و سن لمن سمعهما انصات فيهما أي سكوت مع إصغاء لهما لقوله تعالى وإذا قرئ القرآن فاستمعوا له وأنصتوا  ذكر في التفسير أنها نزلت في الخطبة وسميت قرآنا لاشتمالها عليه


“Orang yang mendengar kedua khutbah disunnahkan inshât, yaitu diam disertai mendengarkan secara seksama bacaan khutbah, karena firman Allah ﷻ, ‘Dan apabila dibacakan khutbah, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah.’ Disebutkan dalam tafsir bahwa ayat tersebut turun dalam permasalahan khutbah. Khutbah disebut dengan Al-Qur’an karena khutbah mengandung ayat suci Al-Qur’an.” (Syekh Zakariyya al-Anshari, Fath al-Wahhab, juz.1, hal.134).




Oleh karenanya, Nabi melarang berbicara saat khutbah berlangsung. Dalam sabdanya, beliau menegaskan:


إذَا قُلْت لِصَاحِبِك أَنْصِتْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ


“Jika kamu katakan kepada temanmu, diamlah, di hari Jumat saat khatib berkhutbah, maka kamu telah melakukan perbuatan menganggur (tiada guna).” (HR. Muslim).

Dalam literatur fiqh mazhab Syafi’i, hukumnya makruh berbicara atau mengobrol saat khutbah berlangsung. Demikian pula makruh dilakukan saat khutbah berlangsung, segala kegiatan yang dapat melalaikan dari khutbah, seperti membagikan kertas, membagikan sedekah, bermain-main, mengedarkan kendi dan botol untuk berbagi minuman dan lain sebagainya. 

Dalam titik ini, mengedarkan kotak amal tergolong hal yang dimakruhkan ini, sebab memiliki titik temu yang berupa melalaikan diri dari khutbah.

Syekh Sulaiman al-Jamal mengatakan:


ويكره المشي بين الصفوف للسؤال ودوران الإبريق والقرب لسقي الماء وتفرقة الأوراق والتصدق عليهم ؛ لأنه يلهي الناس عن الذكر واستماع الخطبة ا هـ . برماوي .


“Makruh berjalan di antara shaf untuk meminta-minta, mengedarkan kendi atau geriba untuk memberi minuman, membagikan kertas dan bersedekah kepada jamaah, sebab hal tersebut dapat melalaikan manusia dari zikir dan mendengarkan khutbah.” (Syekh Sulaiman al-Jamal, Hasyiyah al-Jamal, juz 2, hal. 36).

Namun demikian, bila mengedarkan kotak amal tersebut bertujuan untuk menghindari gunjingan dan stigma negatif di masyarakat, maka hal tersebut diperbolehkan, bahkan dianjurkan. Sebagaimana tradisi selametan 3 hari kematian mayit yang semula hukumnya makruh, namun bila ada tujuan menghindari gunjingan masyarakat, maka diperbolehkan, bahkan sangat diharapkan mendapat pahala karena tujuan mulia tersebut.

Syekh Ibnu Hajar al-Haitami menegaskan:


جميع ما يفعل مما ذكر في السؤال من البدع المذمومة لكن لا حرمة فيه إلا إن فعل شيء منه لنحو نائحة أو رثاء ومن قصد بفعل شيء منه دفع ألسنة الجهال وخوضهم في عرضه بسبب الترك يرجى أن يكتب له ثواب ذلك أخذا من أمره صلى الله عليه وسلم من أحدث في الصلاة بوضع يده على أنفه وعللوه بصون عرضه عن خوض الناس فيه لو انصرف على غير هذه الكيفية


“Segala tradisi yang disebutkan dalam pertanyaan di atas (termasuk selametan 3 hari kematian mayit) termasuk bid’ah yang tercela, namun tidak haram, kecuali melakukannya dengan tujuan meratapi kepergian mayit. Orang yang melakukan tradisi tersebut dengan tujuan menolak gunjingan masyarakat dan serangan mereka terhadap harga dirinya disebabkan meninggalkan tradisi tersebut, maka diharapkan mendapatkan pahala. Hal tersebut berlandaskan pada perintah Nabi untuk memegang hidung bagi orang yang berhadats di tengah shalat. Ulama memberikan alasan yang rasional, bahwa hal tersebut dilakukan untuk menjaga harga dirinya dari cercaan manusia apabila ia beranjak dari shalat tidak menggunakan cara memegang hidung tersebut.” (Syekh Ibnu Hajar al-Haitami, al-Fatawa al-Fiqhiyyah al-Kubra, juz 2, hal. 7).

Syekh Said bin Muhammad Ba’isyun menegaskan:


ويسن لمن أحدث في صلاته أو قبلها قرب إقامتها أن يأخذ بأنفه ولينصرف سترا على نفسه ولئلا يحوض الناس فيه ويؤخذ منه أنه يسن ستر كل ما يوقع الناس فيه كما لو نام عن صلاة الصبح فتوضأ بعد طلوع الشمس فيوهم أنه يصلي الضحى


“Sunnah bagi orang yang berhadats saat atau sesaat sebelum shalat didirikan, memegang hidungnya, dan hendaknya ia beranjak dari tempat shalat, untuk menutupi dirinya dan agar manusia tidak membincangkan aibnya. Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa disunnahkan menutupi setiap hal yang dapat mendorong gunjingan manusia, seperti saat tertidur meninggalkan shalat subuh, maka hendaknya ia berwudlu setelah terbitnya matahari, agar ia diduga menjalankan shalat dluha.” (Syekh Said bin Muhammad Ba’isyun, Busyra al-Karim, juz 1, hal. 194).

Walhasil, mengedarkan kotak amal saat khutbah berlangsung sebaiknya dihindari, tapi apabila tradisi tersebut tidak dilakukan justru akan menimbulkan stigma negatif atau gunjingan dari orang lain, maka hukumnya boleh bahkan dianjurkan dengan tujuan menghindari anggapan negatif tersebut. Bagaimanapun pengurus masjid seyogianya mencari momen lebih pas di luar saat-saat khutbah, misalnya sesaat sebelum adzan, sebelum khutbah, atau sesudah salam shalat Jumat bila memungkinkan. Demikianlah, semoga bermanfaat. **


(Muslim Moderat/NU Online)

Monday, March 18, 2019

ISLAMIANA-Umat muslim di dunia tengah dirundung duka yang teramat dalam. Jumat (15/03/19), dilaporkan telah terjadi penembakan terhadap dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru.

Penembakan pertama terjadi di Mesjid Al Noor di pusat Kota Christchurch, sementara penembakan kedua berlangsung di Mesjid Linwood di pinggiran kota. Penembakan tersebut menewaskan 49 orang dan menyebabkan puluhan korban luka-luka. Kebayakan korban meninggal adalah jemaah mesjid Al Noor.

Masjid Al Noor diklaim sebagai masjid terbesar di Christchurch, sekaligus sebagai saah satu masjid tertua di Selandia Baru. Tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah umat Muslim, masjid ini juga dimanfaatkan untuk menampung pengungsi muslim.

Situs Trip Advisor mendeskripsikan Al Noor sebagai salah satu tempat paling damai yang sangat menghargai hubungan antar sesama manusia. Namun sayang, predikat tersebut hancur setelah terjadi insiden penembakan yang menelan puluhan korban jiwa baru-baru ini.

Bahkan, Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Arden mengatakan bahwa aksi teror tersebut merupakan salah satu momen terburuk sepanjang sejarah. Sang pelaku tampaknya tahu betul bahwa setiap hari Jumat, ratusan umat Muslim Christchurch akan berkumpul di Masjid Al Noor untuk menunaikan ibadah salat Jumat.

Berdasarkan hasil penelusuran, masjid ini mampu menampung 500 orang dengan berbagai fasilitas pendukung. Mulai dari area khusus jamaah perempuan, tempat wudhu, lahan parkir dan halaman yang luas, hingga desain interior yang sangat nyaman. Sementara untuk tampilan luarnya, Masjid Al Noor dilengkapi kubah berwarna emas dan sebuah menara seperti desain masjid pada umumnya. (*)

Thursday, January 3, 2019

Sahabat Islamiana. Stres bisa saja menghampiri manusia. Terutama saat terlalu banyak beban pikiran, saat persoalan datang bertubi-tubi, saat keinginan yang didambakan tak terwujud, saat realita tak sesuai dengan espektasi. Beban kerja menumpuk, masalah ekonomi keluarga sedang sulit dan lain sebagainya.

Sebagai muslim beriman, seharusnya kita bisa menyikapi kondisi yang demikian dengan tepat. Karena hidup tentulah dihadapkan dengan berbagai persoalan, berbagai kondisi dan berbagai masalah.

Namun terkadang manusia yang mengalami stres melampiaskan dengan kemarahan. Bahkan bagi yang stres berat dan kemudian putus asa, hilang akal sehatnya hingga mengakhiri hidup dengan bunuh diri. Na'uzubillah. Ini yang seharusnya tidak terjadi.

Sahabat Islamiana. Stres sebenarnya adalah gangguan mental yang dihadapi seseorang akibat adanya tekanan. Tekanan ini muncul dari kegagalan individu dalam memenuhi kebutuhan atau keinginannya. Bila kita mengalami stres, maka lekaskan mengatasinya. Jangan biarkan pikiran berada dalam kestresan. Alangkah baiknya kita tata mental kita agar bisa terhindar dari stres.

Berikut Islamiana berbagai beberapa cara untuk mengatasi atau menghindari stres.

Pertama, zikir atau mengingat Allah. Dengan begitu hati dan pikiran kita akan menjadi tenang. Tanamkan dalam diri bahwa kita hanya berusaha dan Allah lah penentunya. Baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah. Allah lebih tahu mana yang terbaik untuk kita. 

Kita hanyalah mahluk ciptaan-Nya yang pengetahuannya terbatas, sedangkan Allah SWT zat yang Maha Tahu.

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi [pula] kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui" (al-Baqarah: 216)

Kedua, yakinlah bahwa masalah yang kita hadapi mampu kita atasi. Karena dalam prinsip hidup, tak ada masalah yang tidak ada solusinya. Bila Allah menghadapkan kita dengan masalah, maka bersamaan dengan itu pula Allah memberikan solusinya. Hanya kita sebagai manusia yang harus mampu dengan jernih menyikapi dan menghadapi serta mencari solusi masalah tersebut.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya …” (Al-Baqarah: 286)

Ketiga, tetap optimis menatap masa depan. Bila gagal, itu bukan berarti dunia kiamat, kita bisa bangkit. Bila kenyataan tak sesuai harapan, maka itu adalah proses yang belum tuntas kita jalani. Tetap maju karena banyak kenyataan-kenyataan yang lebih indah sedang menanti.

Yakinlah bahwa masalah atau beban yang dihadapkan kepada kita adalah cara Allah untuk membuat kita lebih dewasa dalam bersikap, lebih matang dalam berfikir dan lebih bijak dalam mengambil keputusan.

Keempat, tetap sabar dalam ketaatan menjalankan perintah Allah. Ini penting kita garis bawahi, bahwa sesungguhnya dunia ini fana tak abadi. Ada kehidupan yang lebih baik daripada kehidupan dunia. Semua perbuatan kita semasa hidup akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah SWT. Maka tetaplah taat kepada Allah. Niscaya tempat yang baik di akhirat sedang menunggu.

Terakhir  tetap bersyukur dengan apa yang kita dapatkan. Karena dengan bersyukur kenikmatan akan bertambah. Agar bisa bersyukur, lihatlah orang yang posisinya berada di bawah kita. Dengan begitu kita akan menemukan kenikmatan tak terhingga.

Mudah-mudahan kita selalu terhindar dari stres. Semoga bermanfaat. Waulohu A'lam. ***

Tuesday, January 1, 2019

Walikota Tanjungpinang Syahrul (tengah) saat mengikuti zikir, dan doa bersama masyarakat Kota Tanjungpinang di Pelataran Gedung Gonggong Senin (31/12/18) malam dalam rangka menyambut tahun baru 2019.

Tanjungpinang, Islamiana - Dalam rangka menyambut tahun baru 2019, Pemerintah Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan  Riau menggelar acara doa, zikir dan muhasabah bersama masyarakat di Laman Boenda Gedung Gonggong, Senin (31/12) malam.

Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul mengajak seluruh masyarakat Kota Tanjungpinang untuk mengintrospeksi diri dan meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT. Hal tersebut disampaikannya ketika menyampaikan sambutan dalam acara tersebut.

Syahrul juga mengapresiasi atas semangat masyarakat Kota Tanjungpinang yang telah membuat kegiatan-kegiatan bermanfaat untuk menyambut tahun baru.

"Saya mendapat kabar bahwa sebagian besar masjid dan musholla di Kota Tanjungpinang kini melaksanakan kegiatan zikir dan muhasabah, ini merupakan bagian dari perubahan yang lebih baik lagi dengan melaksanakan kegiatan bermanfaat," ungkapnya.

Syahrul juga mengajak untuk senantiasa berbaik sangka dan menjauhi segala larangan-Nya.

"Mari kita selalu berbaik sangka dan jauhi larangan Allah SWT, jika keduanya sikap itu telah tertanam dalam diri akan mendatangkan rahmat dan kebaikan dari Allah SWT,  sedangkan berburuk sangka hanya akan mendatangkan dosa, serta penyakit hati yang dapat merusak hubungan dengan sesama," lanjutnya.

Menurut Syahrul, dengan kegiatan zikir dan muhasabah ini, dapat merefleksikan diri selama 1 tahun yang telah dilewati, apakah sudah lebih baik lagi atau diisi dengan hal yang sia-sia. "Orang yang hanya menghabiskan waktu sia-sia termasuk orang yang merugi, mari manfaatkan waktu sebaik-baiknya, isi dengan kegiatan yang bermanfaat serta mengharapkan ridho Allah SWT," kata Syahrul.

Dengan nuansa serba putih, masyarakat tumpah ruah untuk mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini diawali dengan zikir dan muhasabah yang dipimpin oleh Ustad Ahmad Salim. Tampak seluruh tamu undangan dan masyarakat yang hadir khusyuk dan menghayati alunan zikir tersebut. Usai zikir dan muhasabah, dilanjutkan dengan tausyiah oleh Ustad kondang di Tanjungpinang yaitu Ahmad Fauzi Amandaris. (*)

Sunday, December 30, 2018

Sahabat Islamiana. Doa merupakan salah satu senjata ampuh kaum muslimin. Doa tak tersekat ruang dan waktu. Doa juga merupakan perwujudan dari penghambaan diri sang mahluk kepada tuhannya. Setelah berusaha dan berupaya mengejar cita dan asa, kemudian berdoa sebagai bentuk tawakal kita kepada Allah.

Doa bisa dilakukan kapan saja, namun ada waktu yang utama dan mustajab. Sehingga sebagai muslim hendaknya kita menggunakan waktu ini untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT. Lalu kapan sajakah waktu-waktu mustajab tersebut? Berikut adalah beberapa waktu mustajab terkabulnya doa:

1. Sepertiga Malam Terakhir

Dalam hadits Nabi yang telah diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim telah dijelaskan bahwa setiap muslim yang memanjatkan doa kepada Allah SWT di waktu sepertiga malam terakhir dan memohon ampunan dosa, maka Allah SWT akan mengabulkan semua doanya dan memberikan ampunan kepadanya juga.

2. Waktu Bulan Ramadhan

Rosulullah menganjurkan kepada setiap muslim untuk berdoa ketika setelah melaksanakan sholat sunnah witir di bulan ramadhan dan lebih baik lagi jika mengucapkan doa “subhanal malikil quddus” sebanyak tiga kali maka Allah SWT akan mengabulkan semua doa-doa yang dipanjatkannya.

3. Waktu Sahur

Setiap muslim yang membiasakan diri untuk berdoa setelah sholat sunnah witir sebelum fajar yaitu di waktu sahur maka hal ini merupakan amalan yang paling utama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, jadi gunakan waktu sahur untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT.

4. Waktu Berbuka Puasa

Salah satu waktumustajab untuk berdoa adalah waktu berbuka puasa sehingga setiap muslim dianjurkan untuk memanjatkan doa saat berbuka puasa. Inilah waktu terkabulnya doa di bulan Ramadhan.

5. Waktu Arafah

Waktu arafah merupakan waktu dimana umat Islam yang menunaikan ibadah haji sedang melakukan wukuf di arafah yaitu pada tanggal 9 Dzulhijjah. Di waktu ini seluruh umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa , hal ini telah dijelaskan dalam hadits Nabi yang telah diriwayatkan Tirmidzi.

6. Waktu Jumat

Hari jumat merupakan rajanya hari dan seluruh umat muslim laki-laki yang telah baligh diwajibkan untuk menunaikan ibadah sholat jumat. Selain itu ternyata di hari jumat ini merupakan waktu mustajab sehingga setiap muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa kepada Allah SWT.

7. Waktu antara adzan dan iqomah

Sebelum sholat jamaah dimulai didahului oleh adzan dan iqomah terlebih dahulu, ternyata waktu diantara dua adzan dan iqimah merupakan waktu mustajab untuk memanjatkan doa, hal ini telah tercantum dalam hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.

8. Setelah Selesai Sholat Fardhu

Salah satu waktu-waktu mustajab untuk berdoa agar cepat terkabul adalah setelah sholat fardhu. Dalam hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Tirmidzi telah dijelaskan bahwa waktu terkabulnya sebuah doa merupakan waktu setelah melaksanakan ibadah sholat fardhu.

9. Waktu Turun Hujan

Dalam hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Bukhari telah dijelaskan bahwa Rosulullah selalu berdoa ketika hujan turun agar hujan itu membawa keberkahan bagi semua makhluk di dunia ini.

10. Waktu Setelah Mengkhatamkan al-Qur’an

Setiap muslim yang telah berhasil mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 30 juz dan dia memanjatkan doa kepada Allah SWT maka Allah akan mengabulkan doa-doanya dengan cepat.

11. Waktu Berjihad di Jalan Allah SWT

Ketika seorang muslim sedang berjihad dijalan Allah SWT dan dia memanjatkan doa maka InsyaAllah semua doanya terkabul, namun saat ini umat muslim tidak perlu berjihad dengan peperangan yang perlu diperangi adalah hawa nafsu diri sendiri.

Mudah-mudahan doa yang kita sampaikan pada waktu-waktu tersebut dikabulkan oleh Allah SWT. (*)